Wujudkan SDM Unggul, Perusahaan Butuh Pemagangan

Wujudkan SDM Unggul, Perusahaan Butuh Pemagangan

0
BAGIKAN

Oleh Bayu Pramono, S.A.B (Certified BNSP Pengelola Pelatihan Pemagangan & Co-Founder Lembaga Pelatihan Kerja Veritrust)

Berdasarkan riset dari Bank Dunia tahun 2018, Indeks Sumber Daya Manusia (Human Capital Index/HCI) Indonesia berada pada peringkat 87 dari 157 negara. Nilai HCI Indonesia adalah 0,53 tertinggal dari beberapa negara Asia Tenggara seperti Singapura 0,88, Malaysia 0,62, Vietnam 0,67, Thailand 0,60, dan Filipina 0,55. Singapura sendiri menduduki peringkat pertama di dunia dalam skala HCI.

Jika Kita melihat data di atas tentunya indonesia berada sangat jauh dibawah singapura, bahkan kalah dengan malaysia yang merupakan tetangga terdekat. Hal ini jka tidak diperbaiki, khawatir SDM kita akan sulit bersaing secara global. Tak salah jika di periode kedua ini Presiden Jokowi Mempunyai Visi SDM unggul untuk mengatasi hal ini.

Salah satu cara yang dilakukan pemerintah untuk mewujudkan SDM unggul adalah dengan melaksanakan pemagangan. Pemagangan adalah bagian dari sistem pelatihan kerja yang diselenggarakan secara terpadu antara pelatihan di lembaga pelatihan dengan bekerja secara langsung di bawah bimbingan dan pengawasan instruktur atau pekerja yang lebih berpengalaman dalam rangka menguasai keterampilan atau keahlian tertentu.

Baca Juga :   Menjadi Masyarakat Cerdas Pada Pilpres 2019

Pemagangan berfungsi untuk menjembatani ketidakcocokan antara kebutuhan dunia kerja dan keahlian yang diasah saat sekolah. Pendidikan Vokasi seperti SMK belum mampu menyusun pendidikan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja sehingga banyak terjadi Gap Kompetensi. Gap ini terbukti dari besarnya pengangguran sekolah vokasi yang mencapai 11,2 persen di 2018.

Pemagangan menekankan pada praktik kerja langsung di tempat produksi atau kerja secara nyata. Dengan begitu diharapkan peserta magang mampu meningkatkan kompetensinya. Dalam hal ini, diperlukan peran perusahaan untuk melaksanakan program pemagangan di perusahaan masing masing. Sebenarnya Peraturan tentang pemagangan sudah dikeluarkan melalui Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 36 Tahun 2016 tentang pemagangan dalam negeri, namun, terlihat masih banyak perusahaan yang tidak tahu atau kurang peduli terhadap pemagangan. Beberapa perusahaan melaksanakan pemagangan asal asalan saja, misal, peserta magang hanya digunakan untuk ngeprint dokumen, bahkan hanya untuk disuruh suruh beli kopi, beli gorengan dan pekerjaan sederhana lainnya. Hal ini tentunya tidak akan meningkatkan kompetensi peserta magang.

Baca Juga :   Tidak Ada Musuh dan Teman Abadi

Magang itu merupakan bagian dari pelatihan berbasis kompetensi. Dimana kurikulum pemagangan itu idealnya dilaksanakan berdasarkan standar kompetensi kerja nasional indonesia (SKKNI). Sehingga, selesai magang peserta itu memiliki kompetensi berstandar nasional dan jika perlu bisa dilakukan Uji Kompetensi melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) di akhir program magang. Di dalam Permenaker, magang hanya bisa dilaksanakan maksimal 1 tahun, setalah 1 tahun diharapkan peserta magang bisa diangkat sebagai karyawan di perusahaan penyelenggara pemagangan atau di perusahaan lain.

Manfaat pemagangan sangat banyak bagi perusahaan, diantaranya adalah mampu mendapatkan calon karyawan yang benar benar kompeten dan bisa jadi mengatasi turn over tinggi di dalam suatu jabatan, karena perusahaan sudah mempunyai banyak peserta magang, diakhir program magang mereka bisa mengisi jabatan yang kosong tersebut.

Karyawan yang didapatkan dari program pemagangan tentunya bisa lebih menjamin kompetensi yang mereka miliki. Pada akhirnya, jika semua perusahaan mengadakan pemagangan, SDM unggul akan menjadi kenyataan yang segera tiba di depan mata.

(FN)

TINGGALKAN KOMENTAR

twelve − 2 =