Upaya Menguatkan Peran Perempuan dalam Kebangsaan, MPR RI Gelar Sosialiasasi Empat Pilar

Upaya Menguatkan Peran Perempuan dalam Kebangsaan, MPR RI Gelar Sosialiasasi Empat Pilar

0
BAGIKAN

Pandeglang (17/3/2021) – Dengan mengusung tema “Perempuan dan Kebangsaan”, DPD RI bekerjasama dengan Majelis Ta’lim Al-Hasan Pandeglang dan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Pandeglang menggelar agenda Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang bertempat di Majasari, Kabupaten Pandeglang pada Rabu (17/3/2021).

Seperti yang kita ketahui, sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang penerapan Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD 1945 sebagai konstitusi negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara, dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

Acara dengan narasumber Abdi Sumathi (anggota DPD/MPR RI Dapil Banten), Titin Juartini (Ketua GOW Pandeglang) dan Enas Nasriah (Ketua Majelis Ta’lim Al-Hasan) ini berlangsung dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Dalam paparannya, Abdi Sumaithi mengatakan tentang arus globalisasi yang semakin deras menjadi salah satu tantangan bagi masyarakat untuk mampu memilah informasi yang benar.

Baca Juga :   MPR RI: Pancasila Adalah Kunci Persatuan

“Peran masyarakat untuk bisa memfilter informasi agar tidak menimbulkan hoax yang bisa berdampak terhadap keutuhan bangsa,” paparnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua GOW Pandeglang, menghimbau agar pemuda pemudi jangan memberikan informasi yang tidak efektif atau menyebarkan berita bohong/hoax, yang dapat menjadi boomerang di kemudian hari.

Titin juga menuturkan bahwa upaya tersebut menjadi salah satu penguatan demokrasi di masa depan, tidak terlepas juga peran perempuan yang sudah banyak menduduki posisi strategis pada tataran nasional sampai daerah yang skupnya kecil.

Sosialisasi empat pilar kebangsaan merupakan program yang merupakan pembelajaran bersama masyarakat untuk mengerti apa itu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, agar terwujud kesadaran masyarakat tentang kehidupan berbangsa dan bernegara. Banyaknya potensi negatif dari kemajemukan bangsa mesti dikelola dengan baik agar tak berujung pada konflik dan perpecahan. Potensi integrasi bangsa juga perlu diperkuat dengan menonjolkan budaya gotong royong, mendorong kerukunan umat beragama, suku, daerah dan partai politik.

Baca Juga :   Komunitas Baca Pandeglang gandeng DPAD Kab.Pandeglang Gelar Dongeng Anak

Kendati apabila Pancasila dilaksanakan, maka akan terwujud implementasi UUD 1945 sehingga terbentuk NKRI yang ber-Bhineka Tunggal Ika. Untuk menghadapi potensi disintegrasi bangsa, keempat pilar tersebut harus diterapkan dalam kehidupan sehari hari. Faktor pendidikan juga perlu mendapat fokus yang baik, agar rakyat semakin pintar dan sejahtera. (MAS/001)

TINGGALKAN KOMENTAR

sixteen + 18 =