Upaya Mengenal Tokoh, KAMMI UIN Banten Angkat Sosok Prof. Sjadzli Hasan

Upaya Mengenal Tokoh, KAMMI UIN Banten Angkat Sosok Prof. Sjadzli Hasan

0
BAGIKAN

Serang (16/01/2021) – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten selenggarakan Webinar Mengenal Tokoh. Kegiatan yang digelar Sabtu (16/1/2021) tersebut, bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan rasa kebanggaan sebagai mahasiswa UIN Banten melalui penggalian catatan sejarah.

Kegiatan webinar yang mengusung tema “Membedah Sosok Ulama Pejuang Prof. K.H.M Sjadzli Hasan” ini diselenggarakan melalui platform virtual meeting dengan peserta yang terdiri dari para kader KAMMI UIN dan mahasiswa umum. Pada kesempatan itu, KAMMI UIN mendatangkan narasumber dari peneliti senior Mercusuar Institute, Jemmy Ibnu Suardi.

Ia juga merupakan alumnus UIN Banten yang kemudian meneruskan studi magister di Universitas Ibnu Khaldun Bogor.

Baca Juga :   Tokoh Muda Berprestasi Dianugerahi Penghargaan oleh Rumah Prestasi

Ketua Umum KAMMI UIN SMH Banten, Iman Karto, mengatakan bahwa webinar dengan mengangkat tema ini adalah upaya mengenal, menggali dan memahami sejarah. Utamanya sosok beliau yang namanya terpampang jelas di gedung aula utama kampus.

“Nama Prof. K.H.M Sjadzli Hasan kan familiar terbaca di depan gedung aula utama akan tetapi terkadang di antara kita hanya sekedar tahu nama saja. Saya fikir mengangkat tema beliau jadi hal penting bagi mahasiswa UIN Banten. Apalagi track record beliau sebagai sosok ulama sekaligus pejuang, sangat perlu kita ketahui, dalami dan memahaminya,” ungkapnya.

Selain tujuan dan alasan mengenai pelaksanaan kegiatan, Iman menambahkan bahwa pada akhirnya setelah kita melakukan kajian-kajian mengenai sejarah di Banten kita dapat menemukan bahwa ternyata tanah jawara ini adalah episentrum gerakan perlawanan, pembaharuan dan perbaikan.

Baca Juga :   Peduli Covid-19, Polda Banten Beri Bantuan Anggota DPC FSB Garteks Serang yang Dirumahkan

“Akhirnya kita dapat mengetahui bahwa ternyata Banten adalah episentrum gerakan. Gerakan perlawanan, pembaharuan dan perbaikan yang sudah tertanam sejak dahulu. Mulai dari penyebaran agama Islam oleh Sultan Maulana Hasanuddin sampai Peristiwa Geger Cilegon adalah bukti bahwa kita adalah para pemuda yang memiliki garis semangat yang sudah di wariskan oleh para ulama sekaligus pejuang di Banten. Oleh sebab itu maka kita patut berbangga dan bersyukur atas apa yg sudah di wariskan dan meneruskannya dengan baik,” tandas Iman. (MAS)

TINGGALKAN KOMENTAR

six − one =