Tb. Achmad Chatib dalam Revolusi Banten 1926

Tb. Achmad Chatib dalam Revolusi Banten 1926

0
BAGIKAN

Oleh, Jemmy Ibnu Suardi (Peneliti Mercusuar Institute)

Revolusi Banten tahun 1926 oleh sebagian orang banyak disalahartikan sebagai revolusi dari gerakan Komunis. Padahal apa yang terjadi di Menes, Pandeglang, Banten 1926, yang melibatkan tokoh-tokoh besar Banten seperti Syeikh Asnawi Caringin dan juga KH.Tb. Achmad Chatib adalah murni perjuangan dalam menegakkan agama, khususnya perjuangan dalam melawan kezaliman imperialisme Belanda.

Sejarawan Banten, Mufti Ali, Ph.D., dalam bukunya yang berjudul Revolusi Banten 1926 & Penjara Neraka Boven Digoel,Perjuangan KH. Achmad Chatib memimpin Rakyat Banten Melawan Imperialisme Belanda mengutarakan bahwa memang, beberapa orang yang terlibat didalamnya tidak menutup kemungkinan adalah orang-orang beraliran paham Komunis yang ikut mendompleng gerakan umat Islam di Banten ini, tapi jumlahnya tidak signifikan dan tidak mewakili aspirasi umat Islam di Banten pada saat itu.

Mufti Ali menuturkan, akibat dari revolusi 1926 ini tokoh-tokoh Ulama Banten banyak di tangkap dan di asingkan, seperti Syeikh Asnawi yang ditangkap dan di asingkan ke Cianjur, juga menantunya KH.Tb. Achmad Chatib yang di asingkan ke Boven Digoel, Irian Jaya.

Baca Juga :   Doa Perang Sabil Syeikh Asnawi Caringin di Peci KH TB Achmad Chatib

Sebagai ketua SI Banten, KH.Tb.Achmad Chatib adalah tokoh berpengaruh di Banten. Banyak tokoh-tokoh gerakan kemerdekaan Republik Indonesia yang ingin mempengaruhi dan memanfaatkan ketokohan dari menantu dari Ulama Kharismatik Syeikh Asnawi Caringin ini.

Semangat ketua Syarikat Islam Banten ini untuk menerapkan Syariat Islam dan melawan penjajahan Belanda, hingga meletusnya revolusi tahun 1926 di jelaskan Mufti Ali, merupakan bagian dari jihad di jalan Allah. KH.Tb. Achmad Chatib sangat menginginkan keadilan Islam benar-benar dirasakan oleh rakyat Banten.

Akibatnya, karena dianggap sebagai tokoh sentral dalam bergolaknya perjuangan rakyat melawan Belanda, KH.Tb.Achmad Chatib diamankan dan kemudian diasingkan ke Boven Digoel, Irian Jaya bersama tokoh-tokoh penting nasional seperti Muhammad Hatta.

Dalam sulitnya hidup di pengasingan Boven Digoel telah membuat KH.Tb.Achmad Chatib semakin kuat keteguhannya dalam perlawanannya terhadap tirani dan penjajahan Belanda. Sehingganya ketika tahun 1945, proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, Soekarno-Hatta tanpa berpikir dua kali, menerima secara langsung penunjukan KH.Tb.Achmad Chatib sebagai Residen Banten, Penguasa Banten.

Baca Juga :   Ikhtiar Mengembalikan Kejayaan Banten, Manuskrip Banten di Belanda

K.H Tb. Achmad Chatib adalah tokoh penting dalam sejarah kemerdekaan Republik Indonesia. Sebagai pejuang Kemerdekaan jasanya sangat besar dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia, seperti dari gencarnya Agresi Militer Belanda yang ingin kembali menguasai Indonesia. Sebagai Residen Banten pertama pada masa kemerdekaan, KH.Tb. Achmad Chatib berhasil menjaga kedaulatan dan menjadi penguasa Banten yang dicintai oleh rakyat Banten.

Dibawah komando KH. Tb Achmad Chatib sebagai Residen Banten, masyarakat Banten bahu membahu menjaga dan mempertahankan kemerdekaan Republik yang baru berdiri. Sehingganya sosok penting ini, menurut penulis layak untuk dijadikan Pahlawan Nasional.

Inspirasi yang diberikan oleh Tokoh Nasional KH. Tb. Achmad Chatib seperti digambarkan Mufti Ali dalam bukunya tersebut, diharapkan dapat memberikan pelajaran penting yang berharga, misalnya bagaimana menjadi seorang kepala pemerintahan yang adil, jujur dan di cintai oleh rakyatnya. KH.Tb.Achmad Chatib adalah satu dari sekian banyak yang mampu menampilkan diri sebagai ulama sekaligus politisi yang tetap berpegang teguh dalam nilai-nilai kebenaran.

TINGGALKAN KOMENTAR

2 × 5 =