Raperda Kawasan Tanpa Rokok Segera disahkan

Raperda Kawasan Tanpa Rokok Segera disahkan

0
BAGIKAN

Tangsel (Banteninfo.com) —Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Kota Tangerang Selatan yang sudah dibahas oleh Pemkot dan DPRD selama sebulan lebih, berhasil difinalisasikan dan siap untuk diparnipurakan.

Seperti halnya terdapat dalam Perda serupa di sejumlah daerah, seperti Kota Depok dan Kota Bandung, sejumlah kawasan yang terlarang untuk merokok atau bebas asap rokok adalah tempat-tempat seperti di fasilitas pelayanan kesehatan, lokasi pendidikan, tempat bermain anak, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja, serta tempat umum.

Pembahasan yang cukup alot terjadi di Pansus adalah soal klausul penjualan rokok serta larangan pemasangan reklame. Pansus dari DPRD bersikeras bahwa penjualan rokok mesti dibatasi, khususnya di swalayan dan juga tak diperbolehkan adanya reklame.

Baca Juga :   Angka Kecelakaan Terus Meningkat, HMB Jakarta Minta Polda Banten Siaga!

Sementara Dinas Kesehatan Kota Tangsel meminta klausul Raperda tetap fokus  pada usulan awal diajukannya peraturan ini, yakni sebatas kawasan tanpa rokok, tanpa melebar ke masalah penjualan rokok.

Anggota Pansus dari Fraksi PKS, Sri Lintang Rosi Aryani, membenarkan adanya perdebatan yang cukup lama terkait pembahasan klausul tentang larangan kegiatan menjual, mengiklankan dan/atau mempromosikan rokok di kawasan tanpa rokok yang disebutkan di atas. “Alhamdulillah, akhirnya disepakati yang boleh menjual rokok hanya di pasar tradisional dan kios rokok di luar KTR. Aturan ini tercantum dalam Pasal 13 ayat 2,” ujarnya kepada Redaksi Banten Info.

Menurut Lintang, larangan menjual, mengiklankan, dan memasang reklame rokok di pasar modern seperti swalayan dan supermarket, itu selaras dan mendukung Undang-undang Nomor 32 Tahun 2010 tentang Kesehatan. “Oleh karena itu Raperda KTR harus segera diketuk palu,” katanya. “Perda KTR ini tidak melarang orang merokok atau jualan rokok, tapi mengaturnya agar tertib dan orang yang tidak merokok terlindungi hak-haknya,” tambahnya. (Misr)

Baca Juga :   Mewujudkan Tujuan Kohati dalam Tujuan HMI : KOHATI CIPUTAT Gelar Rapat Kerja

 

TINGGALKAN KOMENTAR

three × one =