BAGIKAN

Serang – Sejak pandemi corona, tren bersepeda menjadi salah satu yang paling terlihat. Orang-orang di berbagai daerah di Indonesia beramai-ramai mengayuh sepeda untuk mengisi waktunya.

Terbaru, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyebut bahwa pemerintah tengah menyusun regulasi untuk mengatur keamanan pesepeda.

Di sejumlah negara ada banyak regulasi yang telah mengatur terkait dengan sepeda, terutama di negara-negara dengan jumlah populasi sepeda cukup besar.

Contohnya adalah regulasi unik dari sejumlah negara yang memberikan insentif bagi para pengendara sepeda. Dilansir dari kompas.com, inilah negara-negara yang menghargai pesepeda.

1. Belanda

Belanda dikenal dengan banyaknya orang yang menggunakan sepeda. Ada lebih dari 25 persen perjalanan yang dilakukan menggunakan sepeda, sebuah persentase yang lebih tinggi dari negara manapun.

Meskipun demikian, pemerintah Belanda berpendapat bahwa masyarakat yang bersepeda ke tempat kerja masih tergolong sedikit. Apabila dibandingkan dengan moda transportasi lainnya.

Melansir Huffington Post, 25 Februari 2019, Kementerian Infrastruktur sangat tertarik untuk mengatasi ketergantungan pada mobil dengan mendorong skema tunjangan yang memungkinkan para komuter untuk dibayar oleh perusahaan dengan bersepeda.

Baca Juga :   Insentif Telat Cair, Peserta Kartu Pra Kerja Serbu Akun Instagram @prakerja.go.id

2. Selandia Baru

Sebuah agensi periklanan Make Collective, yang berbasis di Christchurch, Selandia Baru menawarkan uang tunai kepada karyawan yang mengendarai sepeda.

Melansir The Guardian, 7 Maret 2018, para pekerja yang mengendarai sepeda dari dan menuju kantor akan menerima 5 dollar AS per hari.

Jika mereka dapat melakukannya dalam waktu lebih dari setengah tahun, nominal tersebut akan ditingkatkan.

3. Belgia

Belgia menjadi contoh yang cukup menjanjikan dalam skema insentif bagi pesepeda.

Negara ini memiliki skema yang telah lama ditetapkan, yaitu memperkenakan insentif uang pada tahun 1999.

Para pengendara sepeda dapat mengklaim sebesar 0,26 dollar per kilometer kepada tempat mereka bekerja.

4. Perancis

Di Perancis, pengendara sepeda dapat mengklaim 0,28 dollar per kilometer dari perusahaan tempat mereka bekerja setelah proyek percobaan 6 bulan pada tahun 2014 silam.

Baca Juga :   Menyambut Hari Bhayangkara ke-74, Polda Lampung Cuci "Pataka Wira Bhakti Ruwa Jurai"

Meskipun bebas pajak hanya tersedia sebesar 227 dollar dalam satu tahun, kelompok kampanye pesepeda, Fédération Française des Usagers (FUB), mendorong pemerintah untuk menaikkan batas bebas pajak menjadi 455 dollar per tahun.

5. Italia

Kota bagian selatah Italia, Bari, juga mencoba mendorong lebih banyak masyarakat untuk bersepeda dengan rencana untuk membayarnya.

Melansir Bloomberg, 28 Januari 2019, mulai Februari 2019, kota dengan 330.000 penduduk tersebut mengikutsertakan 1.000 sepeda yang dimiliki oleh para individu dengan perangkat GPS untuk mengukur jarak tempuhnya.

Kemudian, memberikan penghargaan kepada pengendara dengan uang sebesar 0,2 euro per kilometer untuk setiap perjalanan menggunakan sepeda dari rumah ke tempat kerja.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Ramai Pajak Sepeda, 5 Negara Ini Malah Berikan Insentif bagi Pesepeda.

TINGGALKAN KOMENTAR

1 × 5 =