Puisi karya ‘Irfan Suparman’

Puisi karya ‘Irfan Suparman’

0
BAGIKAN
Foto: Irfan Suparman

Tolong

Apabila senja telah datang dan membakar kesucian

Dan engkau melihat senja itu membiru lalu menghitam

Maka bergegaslah dengan khidmat menelan senja dalam keremangan

 Pasar Kemis, 2018

 

Keremangan Malam

Katakanlah, wahai keremangan

Aku tidak akan menelan apa yang kamu telan

Dan kamu selamanya tidak menelan apa yang aku telan

Hanya keremangan dan malam

Hening,

 

Berjalan tanpa kaki

Membawa lilin khidmat

Terbalik di atas pagar perdamaian

Untuk keremangan dan malam.

2018.

 

Gejala

Sumpah abadi.

Sungguh aku dalam kegetaran

Kecuali aku menelan dengan khidmat

Dan tanpa lara

Serta dalam keabadian diantaranya ada yang tiada

Tangerang, 2018

 

Sahaya

Baca Juga :   MIN 2 Pandeglang Gelar Festival Puisi Secara Daring dan Luring

Katakanlah dalam permenungan

Penguasaan tubuhku

Dimana ruh-Mu ?

Dari halusinasi ketiadaan yang bersembunyi

Asali ruh dan jiwa

Tangerang, 2018.

 

Waktu Subuh Yang Terlewat

Ketika fajar terbenam

Siapakah yang melindunginya

Dari yang mengimpikannya semalam

Dalam keremangan

Tapi, ia benar terbenam

Seperti duka yang tunduk pada nestapa

Sayup-sayup menyapa ketiadaan

Apabila mimpi terus tumbuh

Akankah kedamaian akan berselisih.

Tangerang, 2018.

TINGGALKAN KOMENTAR

5 + 16 =