Pilkada Tangsel, KAMMI: Tolak Politik Uang

Pilkada Tangsel, KAMMI: Tolak Politik Uang

0
BAGIKAN

Kota Tangerang Selatan (8/12) – Pilkada serentak yang akan dilaksanakan di beberapa daerah Indonesia termasuk di Kota Tangerang Selatan kini sudah di depan mata. Pilkada kali ini sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Pasalnya Pilkada akan dilakukan ditengah COVID-19 yang masih merajalela tak terkecuali di Kota Tangerang Selatan. Pilkada Tangerang Selatan akan diikuti oleh tiga pasangan calon walikota dan wakil walikota (1. Muhammad – Rahayu Saraswati, 2. Siti Nur Azizah – Ruhamaben, dan 3. Benyamin Davnie – Pilar Saga Ichsan).

Geliat Pilkada di Kota Tangerang Selatan semakin panas, selain karena persaingan di antara kandidat, juga suasana COVID-19 menjadi beban tersendiri dalam kampanye kali ini.

Pada sisi lain dengan tragedi COVID-19 dan segala permasalahan yang ditimbulkan, termasuk permasalahan ekonomi dan lapangan kerja, KAMMI Tangsel melihat adanya ruang dan tidak menutup kemungkinan akan terjadinya “pelecehan” demokrasi dan Pilkada yang bermartabat dalam perhelatan lima tahunan ini.

Baca Juga :   Tokoh Muslimah Tangsel: Akhiri dikotomi perempuan soal pendidikan

Melihat kondisi Pilkada di tahun ini bisa saja praktek politik uang masih terjadi. Betapa tidak, di masa normal saja kerap politik uang begitu ganas. Suara rakyat begitu mudah dibeli. Apalagi memang di masa pandemi ini. Pastinya banyak di antara warga yang memang membutuhkan, bahkan terdesak oleh kebutuhan sehari-hari. Stop politik uang, mari kita menjadi pemilih yang cerdas untuk menghasilkan pemimpin yang berkualitas.

Arsandi ketua PD KAMMI Tangerang Selatan mengajak masyarakat melawan politik uang dan mengulas rekam jejak para pasangan calon yang berkontestasi di Pilkada Tangsel.

“Politik uang adalah pelanggaran berat yang dapat menciderai proses demokrasi baik pemberi maupun penerima dapat terjerat pidana. Praktik ini (politik uang) harus kita lawan karena dari sini cikal bakal tumbuhnya praktik korupsi. Pilihlah calon pemimpin yang kualitas, rekam jejak dan integritas yang jelas dengan mencermati tawaran visi, misi dan program yang berpihak kepada rakyat,” ungkapnya.

Baca Juga :   Kebakaran Hebat Terjadi di Fly Over Jembatan Merak

Ketua Bidang Kebijakan Publik KAMMI Tangsel, Rahmat Cahyo juga menambahkan, “Mari kita datangi TPS untuk menggunakan hak pilih, gunakan hati nurani hindari politik uang. Ada beberapa dampak politik uang, antara lain pemimpin yang terpilih bisa jadi bukan orang yang kompeten karena dia menjadi Walikota dengan mengandalkan uang. Selain itu, politik uang potensial menyebabkan penyimpangan APBD. Walikota yang terpilih dengan politik uang, cenderung akan mengembalikan modal atau bisa dikatakan cenderung akan melakukan tindakan korupsi,”.

“Tolak money politic, Tegakkan Demokrasi dan Pilkada yang bermartabat di kampung kita. Pemilih cerdas untuk pemimpin yang berkualitas,” pungkasnya. (MAS)

TINGGALKAN KOMENTAR

17 − five =