Perubahan Itu Kemajuan dan Bukan Hambatan

Perubahan Itu Kemajuan dan Bukan Hambatan

0
BAGIKAN

Dr. Sahmin Madina
Dosen politik Islm IAIN Sultan Amai Gorontalo

Kondisi saat ini dimana kita sdh masuk di era 4,0 atau yg kita kenal jaman milineal atau zaman transformasi teknologi digital,dimana jaman ini jaman ramai akan tuntutan perubahan di seluruh belahan dunia termasuk bangsa kita indonesia.

Dengan memperhatikan kondisi tersebut sangatlah menarik adalah ketika perubahan datang ada yg menolak sememtara kita memhami bhwa perubahn lembaga karena salah satu tuntutan peradaban. Apabila diperhatikan, sebenarnya yang paling sulit untuk dirubah itu adalah bukan lembaganya tetapi manusianya, terutama mindset, pola pikir, dan paradigmanya, bukan bentuk fisiknya, bukan pula sistemnya. Pada umumnya dikarenakan perebutan kepentingan yang akhirnya dapat menimbulkan suatu konflik.

Apabila ditelaah kembali, semua manusia itu sebenarnya mampu berubah. Hanya yang menjadi masalah adalah ada kemauan atau tidak saja. Setidaknya ada 5 (lima) alasan mengapa seeorang itu menolak suatu perubahan, di antaranya :
Pertama karena adanya sifat ketidaksukaan terhadap segala sesuatu yang baru atau berbeda dengan keadaan saat ini. Orang seperti ini biasanya adalah orang yang sudah berada terlalu dalam di comfort zone nya dan enggan untuk mengubahnya menjadi sesuatu yang lebih baru atau berbeda. Kedua, karena memang ide perubahan tersebut tidak membuatnya tertarik. Orang seperti ini biasanya memiliki tujuan lain yang ingin dicapainya. Ketiga, karena orang tersebut tidak mengerti maksud dan dampak dari perubahan tersebut terhadap kondisinya, sehingga dia menganggap perubahan yang akan dilakukan tidak ada gunanya dan hanya sia-sia saja.

Baca Juga :   Alpukat Dikatakan Bisa Memperpanjang Umur

Keempat,adanya persaingan peran terhadap orang yang mencetuskan peran dalam ide perubahan atau orang yang mengkomunikasikan inisiatif perubahan tersebut. Terdapat sentimen peran terhadap para inisiator perubahan sehingga kesulitan dalam menerapkan idenya tersebut. kelima,karena ada ketakutan besar apabila perubahan itu diterapkan.

Maka perubahan dalam kelembagaan khususnya pelayanan dalam lembaga makin tinggi dan sulit terjngkau disisi lain pula perubahan dalam lembaga terjadi maka makin sulit & mkin kecil ruang kepentingan untuk menjadi kontestan dalam mengikuti mometum besar untuk masa depan lembaga. Setidaknya itulah hal-hal yang membuat oknum-oknum yang menolak sebuah perubahan lalu kemudian dengan malkukm manuver hal yang tidak sejalan dengan perubahan dan tuntutan kemajuan untuk lembaga.

Baca Juga :   Urgensi Peran Kelembagaan Pertanian di Provinsi Banten untuk Meningkatkan Kesejahteraan Petani

Kita pahami bersama bahwa perubahan yang bersifat manusiawi dan untuk kepentingan masa depan lembaga serta untuk orang banyak saya kra adalh gal yg wajar dan logick dan mari dimulai perubahan lembanga ini dengan sama-sama dengan baik & benar maka dengan perubahan pula sungguh jauh lebih & mudah dijalankan untuk masa depan lembaga.

TINGGALKAN KOMENTAR

15 − two =