Perjuangan Patih Wargadireja Menjemput Surga Menjadi Syuhada (Bagian 2)

Perjuangan Patih Wargadireja Menjemput Surga Menjadi Syuhada (Bagian 2)

0
BAGIKAN

Doktor lulusan Leiden University Belanda ini menjelaskan, dengan tangan terikat dibawalah Patih Wargadireja menghadap Daendels yang sudah duduk disinggasana Sultan. Nampak keluarga Sultan di sisi kiri Daendels dalam kondisi terikat rantai besi. Hal ini membuat Patih Wargadireja luluh, dan meminta Daendels membebaskan Sultan dan keluarganya serta rela dihukum mati.

Perjuangan Patih Wargadireja benar-benar membuat Sultan berkobar semangatnya. Daendels yang menghinakan kedudukan Sultan dengan merantainya membuat Sultan bereaksi menyerang Daendels yang duduk di singgasananya. Namun sayang Sultan dipukul oleh pengawal Daendels sehingga Sultan jatuh tersungkur.

Dengan pongahnya Daendels menjatuhi hukuman mati untuk Patih Wargadireja, eksekusi dilaksanakan di alun-alun istana. Empat ekor kuda liar dipersiapkan. Kaki tangan Patih Wargadireja diikatkan pada kuda liar, ke arah empat penjuru angin. Tanpa mampu melawan, Patih Wargadireja terbaring dengan penuh luka.

Baca Juga :   Perjuangan Patih Wargadireja Menjemput Surga Menjadi Syuhada (Bagian 1)

“Kebiadaban Kolonialisme Belanda benar-benar tidak bisa dibayangkan. Semua keluarga Sultan dan sejumlah pasukan Kesultanan Banten yang tertawan dipaksa menyaksikan vonis hukuman mati yang bengis ini. Dengan titah Daendels, keempat kuda liar tersebut dipaksa berlari, sehingganya tercerai berailah tubuh Patih Wargadireja pada saat itu.” Jelas Mufti Ali, Cendekiawan Banten.

Kengerian eksekusi hukuman mati Patih Wargadireja membuat seluruh rakyat Banten berduka, awan mendung menaungi seluruh istana, isak tangis tak kuasa dibendung lagi. Akhirnya telah gugur seorang pejuang hebat, Panglima besar Kesultanan Banten dengan penuh kehormatan dan kebanggaan. Patih Wargadireja menjemput surga sebagai syuhada. (Tamat)

 

Jemmy Ibnu Suardi, Pemerhati Sejarah Mercusuar Institut

Baca Juga :   Melebarkan Sayap Dakwah, Ekspansi Kesultananan Banten ke Palembang

 

TINGGALKAN KOMENTAR

twenty − sixteen =