Peringati Hari Ketiadaan Tanah Internasional, FPR Banten Demo di depan KP3B

Peringati Hari Ketiadaan Tanah Internasional, FPR Banten Demo di depan KP3B

0
BAGIKAN

Serang – Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat (FPR) Banten menggelar demonstrasi sekaligus memperingati Hari Ketiadaan Tanah Internasional atau Day Of The Landless yang setiap tahunnya diperingati pada tanggal 29 Maret di depan Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Curug, Kota Serang, Jumat (29/03/2019).

Mereka menilai bahwa reforma agraria Pemerintahan Jokowi-JK adalah Reforma Agraria palsu.

Menurut Korlap aksi, Budi Hermansyah mengatakan sekitar 1.117 kaum tani saat ini yang telah menggarap lahan di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) Kabupaten Pandeglang hampir terusir.

“Terdapat 1.117 kaum tani dari 19 desa yang diusir dengan cara ditakut-takuti dan tidak boleh melakukan kegiatan bercocok tanam di wilayah yang di klaim milik TNUK,” katanya.

Baca Juga :   Forum Dema se-UIN Banten Desak Rektorat Turunkan UKT Disaat Covid-19

“Kalau kita lacak tanah itu milik masyarakat, dirampas oleh Kolonial Belanda, kemudian diambil lagi oleh negara, statusnya milik TNUK,” lanjutnya.

Budi melihat miris dengan kondisi ini, pasalnya warga di wilayah tersebut mayoritas menggantungkan hidupnya dari hasil garapan tanah yang saat ini diklaim oleh TNUK.

“Saat ini tanah garapan warga hanya sekitar 500 hektare, sementara yang dimiliki TNUK 1.000 hektare lebih. Maka dari itu kami mendesak agar tanah hak masyarakat segera dikembalikan,” pungkasnya.

 

Wartawan: Ilham Rasyid / Editor:  Fitra Nugraha

TINGGALKAN KOMENTAR

9 − 5 =