Peduli Petani Millenial, Pemuda Tani Indonesia dan FKK HIMAGRI Gelar Dialog

Peduli Petani Millenial, Pemuda Tani Indonesia dan FKK HIMAGRI Gelar Dialog

0
BAGIKAN
Foto: Dialog Tani Millenial / Benny Rivaldy

Kota Serang – Pemuda Tani Indonesia bekerjasama dengan Himagron (himpunan mahasiswa agronomi) Untirta melaksanakan Dialog Tani Millenial di Auditorium Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Kamis (1/08/2019)

Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa Fakultas pertanian dari Provinsi Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat yang tergabung dalam Forum Komunikasi dan Kerjasama Himpunan Mahasiswa Agronomi Indonesia (FKK HIMAGRI) Wilayah II.

Pembicara dalam dialog milenial ini diantaranya Alfi Irfan (CEO Agrosocio), Puji Hatmoko (CEO KPJFarm.id) dan dipandu oleh R.S Suroyo (Ketua Harian DPP Pemuda Tani Indonesia).

Pembicara pertama, Alfi Irfan menyampaikan pandangannya mengenai potensi pemuda saat ini. Menurutnya, anak muda saat ini harus memiliki ide kreatif untuk memiliki semngat berwirausaha, apalagi jika wirausaha pertanian. “Anak muda yang berani usaha tani itu keren, juga bisa menciptakan banyak lapangan kerja untuk banyak orang,” ujar Alfi.

Baca Juga :   KAMMI Cilegon Sambangi KPU Kota Cilegon

Pandangan yang sama juga disampaikan oleh Puji Hatmoko yang memiliki usaha di usia muda saat ini.

Puji berpandangan bahwa pemuda saat ini harus berani ambil langkah untuk terjun ke dunia pertanian. “Saat ini kita para generasi muda harus berani ambil langkah untuk terjuan ke dunia pertanian, apalagi mahasiswa pertanian. Kita yang akan menghasilkan kebutuhan konsumsi untuk banyak orang. Tentu menjadi nilai yang luar biasa karena bisa bermanfaat untuk masyarakat secara luas,” ujar Puji.

Haerul Saleh Sekretaris Jenderal Pemuda Tani Indonesia menegaskan bahwa dialog Tani Milenial merupakan salah satu program Pemuda Tani Indonesia untuk mendorong Regenerasi Petani, Haerul menilai bahwa saat ini generasi muda sangat potensial untuk melakukan berwirausaha dalam bidang pertanian. “Anak muda saat ini begitu potensial untuk dalam usaha pertanian. Bonus demografi pada tahun 2030 menjadi tantangan dan peluang emas bagi generasi muda. Tentu manfaatkanlah momentum tersebut,” tutup Haerul.

Baca Juga :   Andin, Ketua KeMANGTEER Serang Yang Muda nan Cantik

 

(Ilham/Fitra)

TINGGALKAN KOMENTAR

eighteen − thirteen =