PB Al Khairiyah: Muhammad Ali Van Beetem, Muallaf Belanda pejuang Dakwah di...

PB Al Khairiyah: Muhammad Ali Van Beetem, Muallaf Belanda pejuang Dakwah di Eropa

0
BAGIKAN
Foto : Mercusuar Institute bersama Prof. Amr Ryad, Mufti Ali Ph.D, KH. Alwian dan segenap pengurus PB Al Khairiyah.

Oleh, Jemmy Ibnu Suardi

PB Al Khairiyah mengadakan seminar Internasional di Kampus Al Khairiyah Cilegon, Selasa (01/10/2019). Menghadirkan akademisi asal Mesir, yang merupakan Guru Besar KU Leeuven Belgia, Prof. Amr Ryad. Juga sejarawan Banten Mufti Ali, Ph.D. yang juga Dewan Pakar PB Al Khairiyah, menuntun acara, sekaligus sebagai penerjemah bahasa.

Dihadiri dengan antusias oleh seluruh mahasiswa dan mahasiswi yang berafiliasi dengan PB Al Khairiyah, seperti mahasiswa STIKOM, STIE, dan STIT Al Khairiyah. Juga hadir beberapa undangan dari luar, seperti Mercusuar Institute.

Seminar dengan judul “In the land of the colonisers: Van Beetem and Indonesianis Muslims in the Netherlands in the Interwar Period.” Amr Ryad menuturkan tentang peran Van Beetem dalam mengembangkan dakwah Islam di Belanda, dan hubungannya dengan diaspora masyarakat Indonesia yang tinggal di Belanda dan Mesir.

Foto : Seminar Internasional PB Al Khairiyah

Van Beetem adalah seorang Belanda yang masuk Islam dan ikut membantu dakwah Islamiyah di Negeri Kincir Angin. Peran Van Beetem misalnya tahun 1929 menginisiasi pendirian masjid untuk komunitas Muslim Indonesia di Belanda. Hal ini kemudian membantah hipotesis yang mengatakan bahwa Eropa, khususnya Belanda baru memiliki Masjid tahun 1954.

Kedekatan Van Beetem dengan Komunitas Muslim Indonesia di Belanda, kemudian menginspirasi Beetem untuk mendirikan Perkoempoelan Islam tahun 1930, komunitas ini didirikan sebagai wadah perkumpulan bagi komunitas Muslim di Belanda, dan membantu untuk memenuhi semua kebutuhan sosial masyarakat muslim Indonesia.

Baca Juga :   Sultan Banten Sesalkan Adanya Pertemuan Para Raja dan Sultan se-Nusantara

Mantan anggota militer Belanda Royal Netherlands East Indies Army(KNIL) ini mendirikan pemakaman umum untuk komunitas Muslim di Belanda dan juga berperan sebagai penghulu pernikahan bagi masyarakat Indonesia yang hidup di negeri kolonial Belanda. Bupati Serang R.T.A. Prawira Koesoma yang datang ke Belanda tahun 1929, mendukung project-project sosial yang di lakukan Van Beetem untuk umat Islam Indonesia di Belanda.

Ketika memutuskan untuk menjadi Muallaf, Van Beetem datang langsung ke Universitas Al Azhar di Mesir, untuk mengucapkan dua kalimat syahadat. Van Beetem bersyahadat kepada Syeikh Burhanudin, yang merupakan kepala asrama mahasiswa Indonesia di Mesir. Van Beetem kemudian menggunakan nama Muhammad Ali di depan namanya, kemudian dikenal dengan Muhammad Ali Van Beetem.

Syeikh Burhanudin yang di maksud, menurut Mufti Ali adalah Syeikh Burhanudin Royani yang merupakan ulama asal Banten. Di Kairo, Muhammad Ali Van Beetem berphoto bersama para mahasiswa Al Azhar asal Indonesia. Mufti Ali mengatakan, Van Beetem kemungkinan besar bertemu dengan Ulama asal Banten, tokoh Al Khairiyah yakni KH Abdul Fattah Hassan dan KH Sadeli Hassan yang saat itu berstatus sebagai pelajar di Universitas Al Azhar, Mesir.

Baca Juga :   Di Demo Mahasiswa, Ini Kata Subadri Usuludin

Profesor dari KU Leeuven, Belgia ini menuturkan bahwa, konversi Agama yang dilakukan oleh Van Beetem dihadapan orang Indonesia di Mesir, bukanlah sebuah taktik untuk mengambil hati masyarakat jajahan Belanda. Tapi benar-benar penuh dengan kesadaran, dan pencerahan hidayah yang didapat.

Dihadapan para Mahasiswa Al Azhar asal Indonesia Van Beetem berkata, “Saya masuk Islam tidak seperti yang lain (merujuk kepada Snouck Hurgronje yang pura-pura masuk Islam), tapi saya benar-benar mendapatkan hidayah untuk masuk Islam.” jelas Prof. Amr Ryad.

Tahun 1935 Van Beetem mengikuti kongres umat Islam Eropa (European Muslim Congress) di Genewa, Swiss, yang dipimpin Syakib Arselan, mewakili umat Islam Belanda. Muhammad Ali Van Beetem meninggal tahun 1938. Dirinya benar-benar telah mewarnai dakwah Islamiyah di Eropa khususnya Belanda.

Prof. Amr Ryad yang juga adalah sahabat karib Mufti Ali Ph.D selama menuntut ilmu di negeri Belanda, berjanji untuk kembali ke Kampus Al Khairiyah tahun depan, untuk memberikan Summer Cours kepada dosen-dosen dan mahasiswa terbaik Al Khairiyah.

 

(FN)

TINGGALKAN KOMENTAR

12 + 6 =