Nelayan ini, Jadi Saksi Dahsyatnya Tsunami Selat Sunda

Nelayan ini, Jadi Saksi Dahsyatnya Tsunami Selat Sunda

0
BAGIKAN
Gambar Pak Syamsudin, yang melihat kejaidan langsung tsunami terjadi, diambil dari wartawan banteninfo, Fitra.

Labuan (25/12/2018). Syamsudin seorang nelayan dari desa Teluk kecamatan Labuan, Pandeglang, Banten.

Dia menceritakan kronologis ketika Tsunami menerjang desanya pada 3 Hari lalu.

Sekarang ini rumahnya luluh lantah diterjang oleh tsunami sabtu malam (22/12/2018), akibatnya Syam dan keluarganya harus mengungsi ke posko di daerah Labuan.

Pada wawancara yang didapatkan dari wartawan Banteninfo.com, malam itu sekitar pukul 21.00, Syam dan saudaranya melaut di Panimbang.

Keadaan saat itu bulan purnama dan cuacana cerah, tak ada yang menyangka pria yang mempunyai 2 orang anak ini menjadi saksi betapa daysatnya tsunami itu.

“Perahu naik ke atas (air), perahu langsung selerek (terjun bebas) ke bawah. Dari atas (kapal) itu enggak kelihatan daratan, karena semua tertutup oleh air.” Penuturan Syamsudin (24/12/2018).

Baca Juga :   Pembangunan Rs Pratama Di Nilai Menyalahi Aturan : Masyarakat Tolak Pembangunan

Dia juga menjelaskan bahwa ketika perahu itu terombang-ambing di atas lautan, dia langsung menelepon keluarganya agar segera naik ke tempat yang tinggi.

“Pas di atas kapal, saya langsung menghubungi (lewat hanphone) keluarga di rumah. ‘lari’, ‘lari’, ‘lari aja’.” Ucap Syam kepada keluarganya.

Keluarganyapun berhamburan keluar tanpa memikirkan barang berharga yang ada di rumah.

Syampun melihat ketika terjadi tsunami itu, tak lama setelah gunung anak krakatau meletus dibarengi dengan sambaran petir.

“Memang saya lihat gunung api (anak krakatau) itu meletus dibarengi sambaran petir yang dahsyat, lalu terjadilah air naik (tsunami) itu.” Tambahnya.

Syam dan saudaranya langsung lari ke tempat yang lebih tinggi, ketika perahu yang mereka tumpangi itu mendarat di sebuah muara Probo.

Baca Juga :   RKP Gelar Istighosah Peringati 40 Hari Tsunami Selat Sunda

Itulah kesaksian dari seorang nelayan, yang menceritakan kronologis terjadinya gelombang tsunami di perairan Selat Sunda.

 

Wartawan: Fitra Nugraha     Editor: Upit Fitria

TINGGALKAN KOMENTAR

15 − 11 =