Napak Tilas Jejak Kegemilangan Kesultanan Banten 1526 – 1682

Napak Tilas Jejak Kegemilangan Kesultanan Banten 1526 – 1682

0
BAGIKAN

Oleh Syarif Hidayat, ST. M. Eng. (Direktur Eksekutif Mercusuar Institute)

Serang – Menelusuri Jejak Kegemilangan Kesultanan Banten 1526 – 1682 merupakan sebuah hasil kajian, riset dan diskusi yang intens. Penaklukan Malaka oleh portugis pada tahun 1511 dan terlebih kegagalan Demak dalam mengusir bangsa Portugis dari Malaka.

Pada rentang waktu yang sama, Syarif Hidayatullah memberikan inspirasi kepada Sultan Maulana Hasanudin memutuskan memindahkan pusat pemerintahan dari banten girang ke daerah Banten Utara, tepatnya Surosowan yang berdekatan dengan pantai. Dengan berpindahnya lokasi kesultanan, memiliki dampak sangat strategis dalam pembangunan tatanan ekonomi poltik dan pertahanan.

Secara geografis, Wilayah kerajaan ini meliputi bagian barat Pulau Jawa, seluruh bagian Lampung dan sebagai wilayah di bagian selatan Jawa Barat dan menjadikan Selat Sunda sebagai jalur perdagangan strategis. Hal ini menyebabkan kota Banten ramai dikunjungi oleh bangsa – bangsa asing. Pada era Sultan Ageng Tirtayasa, Kesultanan mengalami kemajuan yang pesat.

Baca Juga :   Perjalanan Demokrasi dan Lahirnya Pilkada Serentak

Kesultanan Banten menjadi kerajaan maritim dan menjadikan perdagangan sebagai penopang perekonomiannya, serta Monopoli atas perdagangan lada di Lampung, menjadikan salah satu pusat niaga yang penting.

Kesultanan banten berkembang ke seluruh Nusantara, menjadi kawasan multi-etnis. Memiliki relasi dan hubungan diplomasi yang baik dengan Inggris, Denmark dan China. Selain itu, memiliki relasi internasional juga terbangun dengan Persia, India, Siam, Vietnam, Filipina, dan Jepang, turki, arab.

Berdasarkan realitas sejarah yang di miliki, Mercusuar institute sebagai Lembaga social research ingin mencoba menjadikan napak tilas kegemilangan kelsultanan Banten, sebagai sebuah edukasi bagi generasi muda. Sarana ini akan menjadi sebuah bekal berharga dalam sebuah kompleksitas dan keberagaman dalam kehidupan berbangsa pada saat ini.

Baca Juga :   8 Kebiasaan Buruk Sehari-hari yang Buat Kualitas Kesehatan Menurun

Dimasa kegemilangan Kesultanan Banten ini mengandung dimensi kehidupan yang selalu relevan pada hari ini dan masa yang akan datang. Konsep napak tilas ini sengaja didesain khusus untuk memenuhi kapasitas pengetahuan masyarakat. Dengan demikian akan mampu mengisi wawasan kebangsaan, konsep pembangunan dan pengembangan potensi sumber daya daerah berbasis referensi sejarah.

(FN)

TINGGALKAN KOMENTAR

13 + 19 =