Mercusuar Institut Sambangi Ahli Sejarah Kesultanan Banten

Mercusuar Institut Sambangi Ahli Sejarah Kesultanan Banten

0
BAGIKAN
Mercusuar Institut bersama Mufti Ali ahli sejarah Kesultanan Banten.
Mercusuar Institut bersama Mufti Ali ahli sejarah Kesultanan Banten.
Mercusuar Institut bersama Mufti Ali ahli sejarah Kesultanan Banten.

Pandeglang (27/12/2018). Mercusuar Institut menggelar pertemuan khusus dengan Mufti Ali, akademisi UIN SMH Banten, membahas riset sosial  di kediamannya.

Dalam pertemuan tersebut, mereka membahas kebijakan pemerintah provinsi Banten yang seharusnya mencontoh kejayaan Kesultanan Banten di masa Sultan Ageng Tirtayasa. Menurutnya, Banten dalam membuat kebijakan, tidak merujuk historis kebantenan itu sendiri.

Mufti Ali  merupakan seorang akademisi terkemuka, di salah satu kampus negeri di Banten, berpesan kepada Mercusuar Institut untuk mengembangkan riset sosial di Banten ini, dengan tidak meninggalkan akar sejarah keemasan kesultanan Banten.

“Saya senang sekali, jika ada anak-anak muda Banten, yang peduli pada sejarah kejayaan masa silam Kesultanan Banten.” sambut Mufti Ali yang merupakan Doktor lulusan Universitas Leiden Belanda.

Baca Juga :   Persija Kalah dari Ceres-Negros 0-1 di Piala AFC

Abdul Darda selaku peneliti dari Mercusuar Institut, sangat berterima kasih atas sambutan dan antusias Mufti Ali.

“Ide dasar kami membuat Mercusuar Institut, berawal dari keresahan kami  terhadap kompleksitas masalah di Banten. Dan memandang riset sosial yang ada di Banten hampir dikatakan minim, sehingga masukan-masukan positif untuk pemerintahpun kurang. Lewat diskusi-diskusi yang intensif, lahirlah Mercusuar Institut ini.” tutur Darda.

“Sebenarnya masukan-masukan positif sudah pernah dilakukan, namun respon pemerintah minim akan hal tersebut. Sayapun sudah pernah menawarkan kerja sama riset di berbagai Negara untuk Banten, tapi kurang mendapatkan perhatian.” Sambung Mufti Ali.

Akhir pertemuan inipun, Mufti Ali siap memberikan sumbangsih pemikirannya. Dan Mercusuar Institut pada awal tahun akan membuat rangkaian diskusi, untuk menunjang literasi kajian riset sosial.

Baca Juga :   Cegah Stigma Sarang Radikal, Begini Caranya !

Tim Mercusuar Institut yang menghadiri diskusi tersebut, yakni Raidhil selaku Direktur eksekutif, Jemmy Ibnu Suardi, Syarif, Fitra, Faris, Dan Abdul Darda selaku peneliti.

 

Wartawan/Editor: Fitra/Upit

TINGGALKAN KOMENTAR

17 + 13 =