Merasa difitnah, KPUM Untirta Angkat Bicara

Merasa difitnah, KPUM Untirta Angkat Bicara

0
BAGIKAN

Banteninfo.com (Serang)- Pemilihan raya untirta merupakan ajang pesta demokrasi di wilayah kampus. Tahun ini, Pemira akan dilaksanakan serentak dari mulai pemilihan presiden mahasiswa dan wakil presiden mahasiswa, ketua BEM Fakultas sampai pada tingkatan HMJ atau jurusan pada tanggal 22 Desember 2016.

Namun kali ini KPUM Untirta difitnah dengan berbagai macam tuduhan memihak salah satu calon, sehingga memunculkan kebisingan Demokrasi. Fitnah tersebut dibantah oleh KPUM, karena mereka bekerja berdasarkan prosedural dan konstitusional.

Keputusan yang diambil oleh KPUM yang menghasilkan kandidat tunggal telah melalui proses panjang, mulai dari verifikasi tertutup, pengembalian berkas untuk dilengkapi,  sampai dengan dua kali verifikasi terbuka. Melalui sidang peleno KPUM membacakan hasil rapat internal KPUM yang hasilnya keluar surat ketetapan KPUM tentang presiden dan wakil presiden mahasiswa untirta 2016-2017.

KPUM Universitas Sultan Ageng Tirtayasa telah memutuskan bahwa bakal pasangan calon Dede-Syahroy tidak lolos verifikasi dalam sidang terbuka kedua yang dilaksanakan di Aula PKM A Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Kamis dini hari. Pasalnya ada beberapa persyaratan yang tidak memenuhi aturan yang telah ditetapkan setelah diuji melalui sidang tertutup oleh KPUM.

Baca Juga :   Jelang Pemilihan Rektor, BEM FISIP Untirta Gelar Posesif

Ketetapan yamg menjelaskan bahwa pasangan calon Refki dan Rizky menang secara aklamasi dengan alasan bahwa pasangan calon Dede-Syahroy tidak memenuhi persyaratan utama sebagai balon presma dan wapresma. Syarat tersebut seperti : surat keterangan tidak menjabat jabatan strategis di organisasi internal karena mengingat Dede adalah ketua BEM Fakultas Hukum yang pada saat tanggal 11 Desember 2016 dimana hari itu adalah hari terakhir pengembalian formulir pendaftaran sekaligus memasukan berkas, Dede sebagai ketua Bem belum di Non aktifkan melalui sidang musyawarah istimewa DPM fakultas hukum, kemudian sertifikat LK1, LK2, LK3 calon wapresma syahroy tidak ada. Itu artinya tidak ada bukti yang kuat jika syahroy pernah mengikuti Latihan Kepemimpinan yang menjadi syarat pokok.

Ketua KPUM, Clinton Firdaus, mengungkapkan, Dalam sidang pertama KPUM sudah memverifikasi berkas-berkas yang harus diperbaiki dan memberi waktu 1×24 jam untuk dikumpulkan kembali. Setelah melalui itu, KPUM menguji kembali validitas data yang diberikan. Hasil aklamasi didapat dari proses verifikasi yang sah.

“Biasanya kita memeriksa berkas yang masuk terlebih dahulu, lalu tahap selanjutnya Berkas tersebut diklarifikasi mana yang sesuai dengan aturan KPUM dan mana yang tidak sesuai. Hal itu menjadi bahan untuk diseleksi demi memperoleh keputusan itu” kata Clinton Firdaus.

Baca Juga :   Mahasiswa Pendidikan Sejarah UNTIRTA Gelar Pentas Seni Teater

Clinton menambahkan, berkas yang diberikan oleh bakal pasangan calon Dede-Syahroy tidak lolos verifikasi seperti surat pembuktian bahwa dia tidak terlibat dalam jabatan strategis dan sertifikat LK 1, LK 2, LK 3 tidak bisa dibuktikan.

“Jadi saya rasa KPUM sudah menjalankan tugas nya dengan benar karena menegakan peraturan yang berlaku. Jika tim sukses Dede-Syahroy mengatakan KPUM tidak kredibel dan tidak independen memihak salah satu calon, merupakan fitnah. Semua tuduhan tersebut tidak berdasarkan data” Tegas Clinton.

Begitupun jika KPUM tetap meloloskan pasangan Dede-Syahroy, itu artinya KPUM telah meyalahgunakan kewenangannya dan tidak taat terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku.

soal keterlambatan pengembalian berkas pasangan calon Refki dan Rizky yang memang kesepakatan nya jam 19:00 namun karena kurangnya informasi pasangan calon ini mengembalikan berkas pada pukul  19:50, sebelumnya tidak ada kesepakatan atau pemberitahuan saksi  jika terlambat mendaftar. (Bgs/sdm)

TINGGALKAN KOMENTAR

five − 2 =