Mahasiswa Banten Desak Gubernur Evaluasi Kinerja Dishub

Mahasiswa Banten Desak Gubernur Evaluasi Kinerja Dishub

0
BAGIKAN

Banteninfo (tangsel)– Himpunan Mahasiswa Banten (HMB) Jakarta mendesak Gubernur Banten harus berani melakukan evaluasi terhadap Dinas Perhubungan Provinsi Banten mengingat maraknya insiden kecelakan maut belakangan terakhir ini. (17/6)

“Kami melihat adanya upaya pembiaran dari Dishub selaku OPD yang berwenang dalam menyelesaikan persoalan bus maut di Wilyah Banten. Maka dari itu Gubernur dirasa perlu melakukan evaluasi terhadap kinerja Dishub “. -ujar Ahdiya Muzaki Ketua Umum HMB Jakarta. (17/6)

Lanjut Ahdiya mengatakan, “Pembiaran atas kecelakaan lalu lintas akibat bobroknya regulasi harus menjadi perhatian serius Gubernur Wahidin halim. Jangan sampai insiden ‘Bus Maut’ melunturkan kepercayaan masyarakat terhadap Gubernur”. (17/6)

“Sebagaimana kita ketahui, bus menjadi satu satunya alat transportasi darat bagi masyarakat kelas menengah di Banten Selatan. Jangan sampai kepercayaan masyarakat sampai luntur akibat pembiaran ini”. -tuturnya (17/6)

Baca Juga :   IDRI Banten Selenggarakan Seminar Kiat Sukses Menembus 'Hibah Buku Ajar Ristekdikti'

Ahdiya Muzaki menilai,”Sikap Dishub bersebrangan dengan semangat Gubernur Banten Wahidin Halim dalam penyelenggaraan pelayan yang lebih baik dan aman bagi masyarakat Banten”. Oleh karena itu, kami mendesak Gubernur segera evaluasi dishub yang lambat dalam menangani persoalan ini”. -tegasnya (17/6)

Hal serupa disampaikan oleh Wakil Sekertaris Umum Robi Ahdiyat, “kurangnya Dishub Provinsi Banten dalam melakukan regulasi terhadap Angkutan Penumpang Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP) menjadi alasan bagi Gubernur turun gunung”. -ucapnya (17/6)

Selain itu Robi menambahkan alasan Gubernur melakukan evaluasi demi menghindari adanya indikasi ‘main mata’ OPD bersangkutan dengan perusahaan Transportasi di Banten.

“Kami menduga sudah terjadi main mata antara Dishub selaku OPD yang bersangkutan dengan perusahaan ‘Bus Maut’. Pasalnya, hingga hari ini Dishub Banten tidak berani tegas memberikan sanksi sebagaimana mestinya kepada perusahaan ‘Bus Maut’ tersebut. -tambahnya (17/6).

Baca Juga :   Lagi, Warga Cikeusik Tandu Orang Sakit Menuju Puskesmas

TINGGALKAN KOMENTAR

1 × five =