Kota Banyak Masalah, HMI Ciputat Sebut Kinerja DPRD Tangsel Seperti Macan Ompong

Kota Banyak Masalah, HMI Ciputat Sebut Kinerja DPRD Tangsel Seperti Macan Ompong

0
BAGIKAN

Banteninfo(Tangsel),- Puluhan Mahasiswa Himpunan Mahasiswa Islam  (HMI) Cabang Ciputat menyebut kinerja DPRD Tangerang Selatan (Tangsel) seperti macan ompong. Sebab banyak permasalahan di kota ini yang tidak  terselesaikan.

“Berdasarkan hasil kajian HMI Cabang Ciputat, kinerja pemerintah Kota Tangsel banyak mengalami kebobrokan, hal ini dapat diukur dan dilihat dari banyaknya penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkup Pemkot Tangsel,” ungkap Koordinator Aksi Anyoh saat orasi di Depan Gedung Sementara DPRD Tangsel di Buaran, Serpong, Senin (10/12).

Menurut Anyoh, mengacu pada Dokumen Pelaksana Anggaran Perangkat Daerah (DPA-PD) tahun Anggaran 2017-2018 ada satu persoalan yang disalahgunakan.

Yakni, alokasi anggaran atau Dana Operasional Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Tangsel di DPMP3AKB.

Baca Juga :   Wujudkan Demokrasi Akar Rumput Berkualitas, Warga Tangsel Gelar Pemilihan RW

“Berdasarkan dokumen tersebut, pada tahun 2017 dan 2018, alokasi anggaran DPMP3AKB kepada P2TP2A jelas mengalami kenaikan secara signifikan tiga kali lipat. Kami menyebut pengalokasian itu adalah dana Siluman karena, tidak sesuai dengan aturan main dalam birokrasi pemerintahan, baik menurut acuan Perda maupun Perwal,” tuturnya.

Belum lagi soal adanya selisih anggaran, seperti yang tertera dalam Dokumen Pelaksana Anggaran (DPA) dalam beberapa dinas, seperti Dishub. Kebocoran anggaran dalam Dindikbud, Diskominfo dan dinas lainnya.

“Tentu saja, bukan tanpa sebab hal itu terjadi. Demikian persoalan itu menjadi akut karena, di Tangsel kinerja DPRD yang bertugas mengawasi dan mengontrol kerja OPD lemah dan seperti Macan Ompong. Ada banyak argumentasi kenapa kami menyebut kinerja DPRD Kota Tangsel seperti Macan Ompong, karena persoalan DPMP3AKB ini sudah terjadi selama dua tahun berturut-turut,” tambahnya.

Baca Juga :   DPRD Kota Tangsel Bahas Pansus Urusan Pemerintah Daerah

Menurutnya, adanya selisih anggaran, kebocoran anggaran tersebut bersumber dari Anggaran Pembangunan Belanja Daerah (APBD) Tangsel.

“Sejumlah rentetan persoalan yang telah diuraikan adalah salah satu bukti kongkret yang terjadi, dan hal ini harus segera dibenahi dan dievaluasi. Berdasarkan hasil kajian HMI Cabang Ciputat, Kinerja DPRD Tangsel statis dan lemah,” terangnya.

Lanjut Anyoh, melihat Dokumen Pelaksana Anggaran (DPA), alokasi anggaran Legislasi sebesar Rp 19 Miliar lebih. Ternyata, besarnya anggaran tersebut tidak berbanding lurus dengan kualitas kinerja di DPRD Kota Tangsel.

“Kami juga menilaikinerja DPRD Tangsel gagal. Kami menilai ada beberapa persoalan, diantaranya birokrasi Pemkot Tangsel bobrok yang berujung pada penyalahgunaan wewenang,” tandasnya. [ki/rb].

TINGGALKAN KOMENTAR

seven − 2 =