Kontroversi Pembebasan Abu Bakar Ba’asyir

Kontroversi Pembebasan Abu Bakar Ba’asyir

0
BAGIKAN
Foto : bbc.com

Jakarta, (22/01/2019). Adanya silang pendapat di kubu pemerintah, membuat pembebasan Abu Bakar Ba’asyir menjadi tidak jelas.

Lebih lagi, ketika pendapat itu keluar dari orang-orang penting di pemerintahan.

Pada senin (21/01/2019) petang, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Wiranto menegaskan, pembebasan Ba’asyir membutuhkan pertimbangan dari sejumlah aspek terlebih dahulu.

“Pembebasan Ba’asyir masih perlu dipertimbangkan dari aspek-aspek lainnya. Seperti aspek ideologi pancasila, NKRI, hukum, dan lain sebagainya,” kata Wiranto, membaca naskah siaran pers di kantor kemenkopolhukam, Jakarta (dikutip dari kompas.com.)

Pernyataan ini berbanding terbalik dengan sikap Presiden Joko Widodo, saat meninjau pondok pesantren Darul Arqam Garut, Jawa Barat. Jum’at (18/01/2019)

“Ya memang alasan kemanusiaan, artinya beliau kan sudah sepuh, dan juga mengenai kondisi kesehatannya,” kata Jokowi.

Baca Juga :   NARKOBA KIAN MENGKHAWATIRKAN, APARAT JANGAN LENGAH

Pernyataan inipun membuat banyak respon dari beberapa kalangan. Seperti yang dilakukan oleh Scott Morrison, Perdana Menteri Australia dilansir oleh Reuters.

“Posisi Australia tentang masalah ini (Abu Bakar Ba’asyir) tidak berubah, kami selalu menyatakan keberatan yang paling dalam,” Ungkap Scott.

 

Wartawan : Fitra Nugraha / Editor : Upit Fitria

TINGGALKAN KOMENTAR

four × four =