Kolaborasi Pemerintah dan Ulama dalam Mengedukasi Aktivitas Ibadah Masyarakat di Situasi Pandemi...

Kolaborasi Pemerintah dan Ulama dalam Mengedukasi Aktivitas Ibadah Masyarakat di Situasi Pandemi Covid-19

0
BAGIKAN

Oleh: M. Dika Firdaus

Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Hari silih berganti dari waktu ke waktu, di tahun 2020 dunia secara global nampaknya mendapatkan ujian yang berat. Tak mengenal suku, ras, bahasa, kondisi fisik, dan lain sebagainya, wabah Covid-19 dapat menyerang siapa saja yang tidak pandai menjaga diri serta meremehkan kebijakan pemerintah untuk menanggulangi virus Corona. Setiap pemerintahan negara telah membuat kebijakannya masing-masing dalam menghadapi virus ini, tinggal bagaimana mereka bisa mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat untuk menaati kebijakan yang telah ada demi kebaikan bersama.

Di Indonesia sendiri, Presiden Joko Widodo telah membentuk gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 serta menunjuk Achmad Yurianto sebagai juru bicara pemerintah dalam penanganan Corona di Indonesia. Gugus tugas tersebut tentunya dituntut memiliki peran yang besar, bukan hanya sekedar memberikan data terkait kasus Covid-19 yang telah terjadi. Namun, peran yang lebih utama ialah bagaimana mereka bisa mewakili pemerintah dalam menjalankan peran humas, yakni untuk memberi pemahaman informasi kepada masyarakat luas.

Pemerintah pusat sendiri telah memberikan instruksi, bahwa selama situasi pandemi Covid-19 maka diberlakukanlah kebijakan bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah. Dari ketiga poin tersebut, poin beribadah dari rumah akan menjadi hal yang krusial untuk bisa disosialisasikan kepada masyarakat. Hal itu dikarenakan, masyarakat Indonesia yang mayoritasnya muslim harus diberikan pemahaman secara efektif, agar mereka bisa menjalankan instruksi tersebut. Ditambah bulan suci Ramadhan yang sedang dijalani oleh umat Islam, biasanya akan membuat orang-orang lebih bersemangat dalam melakukan ibadah secara berjama’ah (bersama-sama).

Baca Juga :   RAPAT HARIAN PB HMI RESMI TURUNKAN R. SADDAM AL-JIHAD DARI JABATAN KETUA UMUM

Langkah yang bisa diambil pemerintah dalam menjalankan instruksi beribadah dari rumah, ialah dengan cara berkolaborasi dengan para ulama di setiap daerah. Mulai dari pusat sampai lingkup rt/rw yang terkecil, pemerintah harus melakukan kerjasama dengan ulama untuk mengedukasi masyarakat luas terkait kegiatan beribadah, selama pandemi Covid-19 ini masih berlangsung. Biasanya jika ulama yang memberikan arahan, masyarakat akan lebih percaya dan taat kepadanya.

Tapi bukan berarti instruksi terkait beribadah dari rumah, membuat warga muslim justru melewatkan lipatan ganjaran pahala di bulan Ramadhan yang sedang dijalani saat ini. Tentunya menyesuaikan dengan kondisi lingkungan sekitar, jika dirasa daerah tempat tinggalnya termasuk zona merah Covid-19, maka instruksi tersebut harus maksimal diterapkan. Namun jika daerah tempat tinggal cenderung masih aman, maka jangan sampai melewatkan kesempatan untuk beribadah secara maksimal di bulan Ramadhan, asalkan tetap memperhatikan dan mengikuti arahan dari pemerintah, seperti menggunakan masker, rajin mencuci tangan, serta menjaga jarak aman.

Baca Juga :   Karang Taruna Banten, Salurkan 600 Paket Sembako Untuk Korban Bencana Tsunami

Ulama akan memegang peran penting dalam membantu pemerintah dalam menanggulangi Covid-19, diantaranya ulama akan mengedukasi pemerintah dan juga warga masyarakat. Mengedukasi pemerintah dilakukan dengan cara meyakinkan mereka bahwa jika benar-benar sudah dipisahkan antara warga yang sehat dan sakit, maka pemerintah diharapkan lebih tenang dan membiarkan warga yang sehat untuk tetap melaksanakan ibadah secara maksimal. Sedangkan mengedukasi warga akan lebih sulit bagi para ulama, karena mereka harus meyakinkan masyarakat, khususnya di daerah yang termasuk zona merah untuk mengikuti kebijakan pemerintah dalam menghambat penyebaran virus Corona lebih luas lagi.

Dilansir dari situs covid19.go.id sebagai media informasi resmi gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 kepada masyarakat, bahwa kasus Corona di Indonesia sampai tanggal 16 Mei 2020 sebanyak 17.025 kasus, pasien yang sembuh sebanyak 3.911 orang, dan yang meninggal sebanyak 1.089 orang. Semoga dengan kerjasama antara pemerintah dan para ulama, dapat lebih membuat masyarakat menaati kebijakan yang ada, sehingga pandemi Covid-19 dapat segera terselesaikan.

TINGGALKAN KOMENTAR

9 + 2 =