Ketua LSM RI Banten: Sudah Saatnya Penataan Kota Serang Harus Dievaluasi

Ketua LSM RI Banten: Sudah Saatnya Penataan Kota Serang Harus Dievaluasi

0
BAGIKAN

Serang – Kota Serang dilanda banjir dengan ketinggian air berbagai macam karena dipicu hujan deras. Banjir di Ibu Kota Banten itu berdampak hingga ke ribuan warga dan menelan korban jiwa.

Hujan deras di Serang, Banten, terjadi sejak Senin (28/2) malam. Banjir mengakibatkan beberapa perumahan terendam, termasuk menutupi ruas jalan di tengah kota. Ada 22 titik banjir di Kota Serang. Banjir paling parah terjadi di Perumahan Padma Raya Kaujon.

“Total sementara banjir di Kota Serang ada 22 titik, di Kaujon ada ratusan rumah terendam banjir dan di Perumahan Padma bahkan mencapai lima meter ketinggian Airnya,” ungkap Ketua LSM RI Syarifudin.

Syarifudin yang juga penduduk Kaujon angkat bicara soal Bbnjir di Kota serang, “Mohon ijin disituasi yang sedang berduka Kota Serang ini, tentu kita prihatin dan harus menyadari, terutama para pemimpin untuk tidak lagi lambat mengambil langkah-langkah kebijakan yang visioner, tidak ada kata terlambat agar bisa mengambil hikmah dan pelajaranya,” ucapnya.

Syarifudin mengatakan Ini tidak lepas dari ulah tangan-tangan manusia, memang betul curah hujan tinggi tapi sebab banjir ini tidak akan sebesar ini hingga merata kesemua penjuru Kota Serang dilanda banjir, jelas ada faktor-faktornya, “jauh 3 – 4 tahun sebelumnya , kami sudah ingatkan ke pemerintahan sebelumnya, dan pemerintahan sekarang bahwa akan terjadi banjir besar di Kota Serang, namun hingga kini tidak ada tindakan nyata Untuk mengantisipasi dan mengkonstruksi penataan Kota Serang,” tegasnya.

Baca Juga :   Pokdarwis Kiamuk Raih Juara 1 Lomba Pokdarwis Tingkat Provinsi

Syarifudin menegaskan bahwa terjadinya banjir besar sepanjang sejarah di Kota Serang ini jelas salah satu penyebabnya adalah dampak lingkungan dari pembangunan pendirian perumahan di Kota Serang yang menjamur, reklamasi empang di Sawah Luhur dan hingga ke Kramat Watu digarap serampangan.

“Kami sudah mengingatkan kurang lebih 4 tahun yang lalu ketika kampung Kenari Banten sering banjir dan Ketika di padek empang-empang mulai diurug, di Kaujon jalur sungai kali Singandaru dan kali Keloran di bangun perumahan Padma Raya dan diijinkan, yang jelas jelas sangat menjorok ke sisi sungai kali Kaloran Kaujon. Ini kebijakan yang sangat parah terhadap dampak lingkungan, kami sudah ingatkan jauh sebelumnya, Singandaru di sisi kalinya persis malah di bangun ruko-ruko, itu semua alur ke sungai kali Cibanten yg akhirnya menyempit, dan bisa mendangkal,” lugasnya.

Belum lagi kebijakan ruang ruang tempat pembuangan sampah sementara sebelum ke Cilowong pembuangan akhirnya, semakin tidak jelas dan tidak terfasilitasi dengan baik di seluruh Kota Serang.

Jika tidak segera di evaluasi dan di perbaiki bencana banjir ini akan kembali bahkan akan lebih besar lagi. Jelas faktanya salah satu utama penyebabnya yaitu pembangunan perumahan yg menjamur di Kota Serang, sehingga sawah, lembulung, kebonan hampir habis kebanyakan buat proyek perumahan dan kavlingan, tentu kami mengerti ini sudah keniscayaan dalam sebuah era pembangunan dewasa ini, kami mohon kepada pemerintah pemangku kebijakan harus ada antisipasi dan solusi yg baik bahkan sudah saatnya kebijakan terobosan. Karena ini tidak main-main jangan ada korban lebih besar lagi kedepan.

Baca Juga :   KI Banten Mulai Pantau Webiste Badan Publik

Saran kami setiap ada yang mau bangun bisnis property perumahan atau kavlingan di Kota Serang buat aturan dampak lingkunganya yang jelas dan buat syarat ketentuanya kalau bisa separuh luas tanah proyek perumahan atau kavlinganya dibagi dua kepentinganya fifty-fifty, jadi pertama buat pembanguan perumahannya 50% dan 50% nya lagi untuk fasum dengan taman lindungnya.

Bila pengusaha property keberatan, disinilah kehadiran kebijakan pemerintah terkait dana subsidinya masuk ke wilayah kebijakan ini, agar harga tetap terkontrol normalisasi saling dukung kerjasama yang nyata dan ingat sekali lagi ini demi keselamatan manfaat dampak lingkungan buat masyarakat lebih luas. Sudah saatnya Kota Serang penataannya harus cerdas, jelas, tegas, saling mensinergikan relevansi kepentinganya, bukan nafsu serakah kepentingan sekelompok orang. (W)

TINGGALKAN KOMENTAR

3 × 3 =