Kembangkan Desa Wisata, UNBAJA Gandeng Kemenpar dan Kemendes

Kembangkan Desa Wisata, UNBAJA Gandeng Kemenpar dan Kemendes

0
BAGIKAN
Foto: Rektor UNBAJA menunjukkan draf MoU pengembangan desa wisata / Humas UNBAJA

Jakarta – Rektor Universitas Banten Jaya (UNBAJA) Sudaryono bersama Kementerian Pariwisata dan Kementerian Desa menandatangi nota kesepahaman (MoU) tentang program pengembangan desa wisata berbasis pendampingan, bertempat di The Sultan Hotel Jakarta, Kamis (28/02/2019).

Hadir 50 Perguruan Tinggi se-Indonesia, Kementerian Pariwisata diwakili oleh Asisten Deputi Pengembangan SDM Kepariwisataan dan Hubungan Antar Lembaga, Wisnu Bara Taruna Jaya dan Kementerian Desa diwakili oleh Direktur Pengembangan Daerah Pulau Kecil Terluar (PDPKT) Hasrul Edyar.

Sudaryono mengatakan bahwa UNBAJA akan berperan dalam pembangunan pariwisata di Provinsi Banten mengingat Banten memiliki potensi wisata yang tinggi. Sehingga perlu SDM yang memadai untuk mengelola potensi pariwisata di provinsi Banten.

Baca Juga :   Ini Hasil Pertemuan MUI Terkait Game Perang PUBG dan Sejenisnya

“Kami akan berperan dalam pembangunan pariwisata di provinsi Banten, mengingat Banten memiliki potensi wisata yang tinggi. Maka dari itu, SDM yang berkompeten sangat dibutuhan untuk mengelolanya,” ujarnya.

“Untuk merespon kebutuhan ini, dalam waktu dekat UNBAJA berencana mendirikan prodi kepariwisataan untuk dapat menyiapkan SDM lokal Banten sehingga kepariwisataan di Banten dapat lebih maju,” lanjut Sudaryono yang juga didampingi Chotibul Umam.

Sementara itu, Wisnu mengatakan bahwa kerjasama yang dilakukan dalam rangka mengembangkan desa wisata melalui Perguruan Tinggi dari aspek atraksi wisata, kompetensi SDM dan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.

“Kerjasama ini dalam rangka pengembangan desa wisata melalui perguruan tinggi dari aspek atraksi wisata, kompetensi SDM dan pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar,” katanya.

Baca Juga :   Forum Komunikasi Pesantren Muadalah se-Indonesia Dorong Disahkannya RUU Pesantren

Wisnu juga menyebutkan selain destinasi wisata alam, saat ini yang sangat perlu untuk dikembangkan adalah ekonomi kreatif. Misalnya apa saja prinsip dasar dari pariwisata, dan juga apa yang dibutuhkan demi memajukan pariwisata.

“Dalam mata kuliah apapun, unsur pariwisata itu bisa disisipkan. Hal tersebut diyakini dapat berguna untuk memberikan gambaran bagi mahasiswa,” pungkasnya.

 

Wartawan: Ilham Rasyid / Editor: Fitra Nugraha

TINGGALKAN KOMENTAR

four × three =