KAMMI Tangsel : Aksi Serentak #SaveRupiah

KAMMI Tangsel : Aksi Serentak #SaveRupiah

0
BAGIKAN

PRESS RELEASE

AKSI SERENTAK KAMMI #SAVE RUPIAH

Hidup Mahasiswa!

Hidup Rakyat Indonesia!
AllahuAkbar!

Kondisi rupiah saat ini sedang menunjukkan tren pelemahan. Tercatat hari ini kamis, 7 September 2018 pukul 13.00 WIB nilai tukar rupiah masih berkisaran diangka 14.943 per dolar AS. Bahkan beberapa hari lalu berada diatas 15 ribu per dolar AS. Pelemahan rupiah ini tentu membuat berbagai kalangan khawatir.

Di tengah kondisi kritis saat ini justru pemerintah dominan melakukan pembelaan dengan sentimen pihak eksternal seperti alasan gejolak ekonomi global yang disebut-sebut akibat dari kebijakan suku bunga Bank Sentral Amerika (The Fed), ketegangan dagang antara AS dan China, dan krisis yang juga melanda berbagai negara berkembang lainnya. Melihat kondisi rupiah yang mengkhawatirkan ini, tentunya rakyat Indonesia membutuhkan kepastian dari pemerintah untuk segera mengambil langkah serta mencari solusi yang subtantif atas melemahnya rupiah.

Jika nilai tukar rupiah ini terus melemah dan pemerintah tidak segera mengambil sikap yang cepat maka akan memicu terjadinya inflasi. Indonesia masih memiliki ketergantungan impor yang cukup tinggi. Ketersediaan bahan baku industri dalam negeri yang tidak mencukupi menjadikan impor sebagai solusi untuk menjaga ketersediaan bahan baku tersebut. Jika pelemahan rupiah terus berlanjut maka daya saing produk ekonomi baik domestik maupun ekspor yang mengandalkan bahan baku impor juga akan ikut melemah. Tidakhanya impor bahan baku industry yang menjadi sorotan, tapi barang konsumsi rumah tangga juga masih bergantung impor sebagaimana data BPS sejak tahun 2013 hingga 2018 yang menunjukkan peningkatan 2,39% dan tentu ini menjadi momok berbagai kalangan karena akan mempengaruhi harga pasar. Selanjutnya, dampak pelemahan rupiah juga dikhawatirkan akan memicu gelombang PHK jika perusahaan tidak mampu bertahan atas kondisi rupiah ini yang terus mengkhawatirkan. Pelemahan rupiah juga akan berpengaruh terhadap beban hutang luar negeri khususnya dalam bentuk valuta asing (valas). Melansir data APBN total utang pemerintah per juli 2018 sebesar Rp 4.253,0 triliun dengan nilai valuta asing (valas) Rp 1.804,42 triliun dengan kurs Rp 14.431 per akhir Juli 2018. Namun, seperti yang terjadi saat ini nilai kurs rupiah sudah mencapai Rp 14.943 bahkan sempat berada di atas 15 ribu rupiah. Dampak pelemahan rupiah akan terasa ketika pemerintah harus membayar hutang jatuh tempo pada saat rupiah sedang melemah. Jika kondisi rupiah tidak segera teratasi akan menjadi beban utang luar negeri pada tempo berikutnya.

Baca Juga :   Wujudkan Demokrasi Akar Rumput Berkualitas, Warga Tangsel Gelar Pemilihan RW
Dok.Aksi Serentak KAMMI Tangsel
Dok.Aksi #Save Rupiah KAMMI Tangsel

Untuk itu, Pengurus Daerah KAMMI Tangerang Selatan menyatakan sikap:
1. Menuntut pemerintah bertanggungjawab atas melemahnya nilai tukar rupiah
2. Mendesak pemerintah segera mengambil tindakan atas melemahnya nilai tukar rupiah.

Ciputat, 7 September 2018

Ttd,
Arsandi
(Ketua Bidang Kebijakan Publik PD KAMMI Tangerang Selatan)

Mengetahui,
Khaidir Ali
(Ketua Umum PD KAMMI Tangerang Selatan)

TINGGALKAN KOMENTAR

1 × five =