JAJARAN PEMKOT TANGSEL HARUS PAHAM PUBLIC SPEAKING

JAJARAN PEMKOT TANGSEL HARUS PAHAM PUBLIC SPEAKING

0
BAGIKAN

Banteninfo(Tangerang Selatan),- Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany berkomitmen untuk terus mendorong para pejabat di lingkungan pemerintahannya supaya mampu berkomunikasi secara efektif agar kualitas pelayanan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan. (6/12).
“Oleh karena itu saya sangat mendukung dan memberi apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya workshop mengenai ‘public speaking’, dengan harapan agar pelayanan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan,” katanya di Tangsel, Kamis.
Airin mengemukakan keterangan tersebut sehubungan terselenggaranya workshop (lokakarya) public speaking ke-2 di Tangsel pada 5 Desember 2018. Sebelumnya, acara yang sama diselenggarakan di Tangsel pada 17 November 2018.
Lokakarya tersebut diikuti oleh kalangan pejabat di lingkungan Pemkot Tangsel serta calon anggota legislatif, akademisi, dan utusan dari beberapa perusahaan terkemuka di Tangsel.
Lokakarya public speaking yang diselenggarakan kedua kalinya di Tangsel itu bertema “Bagaimana berbicara dengan penuh keyakinan dan percaya diri”, sedangkan lokakarya pertama bertema “Cara efektif agar piawai berbicara di hadapan publik”.
Instruktur pada acara itu adalah Ketua Indonesia Parliament School yang juga penulis dan motivator Uten Sutendy, wartawan senior yang juga akademisi Aat Surya Safaat, dan magician yang juga trainer dan motivator Mr. Mind (Mohammad Ihsan Natsir Dolmin).
Selain tentang public speaking, materi yang disampaikan oleh para instruktur atau narasumber pada lokakarya itu adalah lobi dan negosiasi yang merupakan derivasi atau turunan dari public speaking.
Menurut Walikota Tangsel, selain untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, public speaking juga sangat penting bagi pengembangan karir atau bisnis para peserta ke depan sesuai profesinya masing-masing.
Ia juga mengemukakan, public speaking tidak hanya perlu dipahami dan dikuasai oleh pejabat publik, tetapi juga oleh kalangan bisnis, akademisi, dan anggota legislatif yang sehari-harinya juga banyak berhubungan dengan publik.

Baca Juga :   Wujudkan Demokrasi Akar Rumput Berkualitas, Warga Tangsel Gelar Pemilihan RW

Sementara itu para instruktur pada lokakarya tersebut pada intinya mengemukakan bahwa public speaking mempunyai tujuan menyampaikan informasi, mempengaruhi, atau bahkan menghibur audiens, sedangkan lobi pada intinya bermakna pendekatan, dan negosiasi bermakna perundingan.     (GOBRIS).

TINGGALKAN KOMENTAR

5 × 5 =