Himafi Untirta Resmikan Pojok Literasi di Desa Sukacai

Himafi Untirta Resmikan Pojok Literasi di Desa Sukacai

0
BAGIKAN

Serang (10/1/2021) – Himpunan Mahasiswa Pendidikan Fisika Untirta menggelar peresmian Pojok Literasi. Agenda tersebut bertempat di Desa Sukacai, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, Senin (04/01/2021).

Diketahui agenda ini dilaksanakan atas dasar penerapan nilai-nilai dari Tri Dharma Perguruan tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat, dan merupakan salah satu program kerja dari Himafi.

Ketua pelaksana, Mukhtaruddin mengatakan bahwa Pojok Literasi ini salah satu upaya untuk mengembalikan budaya literasi yang telah luntur. Alasan melakukan pengabdian di desa ini karena tingkat pendidikan di Desa Sukacai ini masih tergolong rendah.

“Dalam pengabdian masyarakat ini program unggulan kita adalah Pojok Literasi, namun tidak lupa kita juga melakukan pendekatan dengan masyarakat seperti mengadakan ngariung, berkunjung kerumah warga serta bergotong royong bersama warga,” ujarnya.

Baca Juga :   Merasa difitnah, KPUM Untirta Angkat Bicara

Sementara itu, Zayin, Divisi Acara mengatakan, bahwa selain mengembalikan budaya literasi dalam kegiatan ini Himafi juga membimbing warga untuk selalu menjaga kesehatan, seperti memakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan memakai sabun.

Ditempat yang sama, Rsi selaku wakil ketua umum Himafi mengatakan, “kita juga dimintai untuk mengajar di SDN Sukacai 2 mengingat latar belakang kita dari fakultas pendidikan. Dari sinilah secara tidak langsung kita juga belajar untung menjadi pendidik yang baik.”

Ketua umum Himafi, Wildan, menuturkan, bahwa prinsip dalam program ini yaitu 2 L, Literasi dan Lingkungan. Dimana setelah pengabdian ini selesai kedepannya bisa berkepanjangan tidak hanya sampai keberadaan kita disini saja.

Baca Juga :   Pernyataan Sikap Syarekat Perjuangan Rakyat (SAPAR) terkait Pembangunan Geothermal di Kec. Padarincang

“Dalam program literasi, kita (Himafi) berkerjasama dengan Formasi (Forum Remaja Sukacai), dalam kegiatan apapun di Desa ini kita selalu melibatkan mereka. Selain itu, kita juga di dukung oleh EdCation yaitu lembaga yang membuka taman baca di kampung-kampung,” katanya.

“Dalam program lingkungan kita bekerjasama dengan Bank Sampah Digital, dimana kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan sampah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis,” pungkas Wildan.

Ia juga mengharapkan agar agenda ini tetap bisa kontinyu dan berjalan sesuai rencana.

“Semoga program ini bisa berjalan secara terus menerus hingga melekat dalam kebiasaan masyarakat sesuai apa yang telah kita konsepkan,” tutur Wildan. (AIS)

TINGGALKAN KOMENTAR

fifteen − 10 =