FKPT Banten Sosialisasikan Pencegahan Radikalisme dan Terorisme kepada Tokoh Agama dan Masyarakat...

FKPT Banten Sosialisasikan Pencegahan Radikalisme dan Terorisme kepada Tokoh Agama dan Masyarakat Pesisir

0
BAGIKAN

Lebak – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Banten kembali menggelar sosialisasi pencegahan radikalisme dan terorisme di Provinsi Banten. Kegiatan kali ini adalah Pelibatan Tokoh Agama dan Masyarakat Pesisir menebar pesan agama yang damai.

Ketua pelaksana kegiatan KH. Ahmad Imron, mendorong para tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk turut serta menebar pesan agama Islam sebagai agama perdamaian dan pentingnya menjaga keamanan serta perdamaian dalam pembangunan di segala bidang kemasyarakatan.

Lebih lanjut Imron mengatakan, tema kegiatan yang berlokasi di Islamic Center Bayah, Lebak (13/10/2019) ini adalah Agama Menjadi Rahmat Menuju Banten yang Bermartabat.

Hadir pada kesempatan tersebut Plt. Sekretaris Bada Kesbangpol Provinsi Banten, Maman Suratman dalam sambutan sekaligus memberikan materi memaparkan bahwa radikalisme dan terorisme sudah ada sejak zaman dahulu. Banyak orang yang tidak belajar agama dengan benar tapi sudah berbicara fatwa, sehingga seringkali meninbulkan perdebatan yang tidak berdasar. Sementara Para ulama dan pendahulu sudah terbiasa berbeda pandangan namun tetap menjaga ukhuwah.

Baca Juga :   Sekjen Pergerakan Indonesia Banten, Ingatkan Anak Muda "Melek" Politik

“Maka dari itu harus bisa mengimplementasikan nilai-nilai keislaman yang damai. Jangan sampai Indonesia jadi Suriah, tugas kita harus menebarkan perdamaian,” ujar nya.

Sementara itu sekretaris umum FKPT Banten KH. Amas Tadjudin mengatakan Teroris telah salah memahami agama. Banyak polarisasi di masyarakat oleh sebab salah memahami ayat dan hadits. Sehingga pada akhirnya dengan mudah dapat terpapar oleh paham radikal yang berujung melakukan tindakan teror terhadap masyarakat yang tidak berdosa.

Pada prinsipnya, radikalisme dan terorisme selain masalah diatas juga dipicu oleh masalah ekonomi, dimana masyarakat yang kesulitasn ekonomi dapat dimnafaatkan oleh kelompok tertentu untuk melakukan tidakan radikal dengan orientasi memperoleh jaminan ekonomi bagi keluarganya. Demikian halnya pemahaman yang keliru terkait Ideologi.

Baca Juga :   Syafrudin Buka Festival Kaibon 2019

“Kosong iman, kosong fikiran, kosong kantong. Tiga kondisi tersebut rawan terpapar radikal,” ujar Amas.

Ketua FKPT Banten, Brigjen Pol (purn) Hj. Rumiah Kartoredjo yang didampingi seluruh pengurus FKPT Banten berpesan bahwa, masyarakat jangan mudah terbujuk rayu oleh oknum-oknum tertentu yang akan menganggu ideologi bangsa Indonesia, NKRI adalah hal yang harus selalu kita jaga bersama.

“Damai Bantenku, Damai Indonesiaku,” ujarnya sambil mengepalkan tangan.

 

(FN)

TINGGALKAN KOMENTAR

ten − three =