Dampak Covid-19 di Banten, 6000 buruh di PHK dan 23 buruh dirumahkan

Dampak Covid-19 di Banten, 6000 buruh di PHK dan 23 buruh dirumahkan

0
BAGIKAN
foto/istimewa

Serang – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) mencatat sekitar 6000 orang buruh di Provinsi Banten terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan sebanyak 23 ribu buruh telah dirumahkan karena terdampak dari wabah pandemi covid-19.

Dikutip dari Antara News, ada 53 perusahaan yang terdapat di daerah di Provinsi Banten, terutama di Tangerang termasuk di Kabupaten Lebak dan Pandeglang.

“Jumlah perusahaan yang mem-PHK karyawannya ada 53, terutama di Tangerang termasuk juga di daerah Kabupaten Lebak dan Pandeglang,” jelas Al Hamidi Kepala Disnakertrans, Rabu (6/05/2020).

Ia mengatakan, penyebab mereka terkena PHK karena  tempatnya bekerja atau perusahaan sudah tutup atau tidak beroperasi begitu juga dengan perusahaan yang sudah merumahkan karyawannya sebab adanya penurunan produksi karena terdampak pandemi covid-19.

Baca Juga :   Koordinasikan Pemantau Pemilu, KAMMI Banten Sambangi Bawaslu Banten

Lebih lanjut, Hamidi menjelaskan potensi perusahaan yang akan mem-PHK karyawannya di Banten ada kemungkinan bertambah terus, sebab ada dua perusahaan yang telah melaporkan akan melakukan PHK secara bertahap pada tanggal 13 dan 20 Mei 2020.

“Perusahaan yang akan mem-PHK karyawannya bergerak dalam produksi alas kaki, rencananya akan mem-PHK sekitar 7000 karyawan dan satu lagi sekitar 1.8000 karyawan,” katanya.

Sementara itu, dengan banyaknya buruh atau karyawan yang di PHK maka akan menambah tingkat pengangguran di Provinsi Banten. Jumlah tersebut belum termasuk dari penambahan korban PHK setelah terjadinya wabah covid-19.

“Bertambahnya pengangguran di Banten disebabkan adanya PHK di PT krakatau Steel pada Januari-Februari 2020 dan juga perusahaan lain, namun sebelum adanya pandemi ini. Berarti jika ditambah dengan korban PHK sekarang nambah sekitar 29 ribu orang yang nganggur,” ucapnya.

Baca Juga :   Akses Jalan Rusak, Warga Gotong Ibu Hamil Sejauh Tujuh Kilo Meter

Ia berharap pandemi ini segara berakhir dan pemerintah dapat melakukan pemulihan ekonomi sehingga perusahaan dapat kembali membuka lapangan pekerjaan.

“Kita berharap pandemi ini segara berakhir dan pemerintah dapat melakukan pemulihan ekonomi sehingga perusahaan bisa beroperasi kembali dan membuka lapangan pekerjaan. Pemerintah juga nantinya harus memberikan insentif atau keringanan terhadap perusahaan baik dari pajak, listrik serta kemudahan perizininan lainnya,” pungkasnya. (IR)

TINGGALKAN KOMENTAR

15 + two =