Belajar Menghargai Lingkungan dari Suku Baduy

Belajar Menghargai Lingkungan dari Suku Baduy

0
BAGIKAN
Foto : Foto bersama mahasiswa dan dosen UPI Serang di Baduy
Foto : Foto bersama mahasiswa dan dosen UPI Serang di Baduy
Foto : Foto bersama mahasiswa dan dosen UPI Serang di Baduy

 

Lebak, (25/12/2018). Sebanyak 164 mahasiswa UPI (Universitas Pendidikan Indonesia) Kampus Serang melakukan kunjungan ke suku pedalaman Baduy Kabupaten Lebak, atas dasar misi Mulasara Basa Sunda Baduy yang dibimbing oleh Dosen UPI Kampus Serang, Dr. Supriadi M.Pd.

Kunjungan mahasiswa tersebut dilatarbelakangi oleh rasa keingintahuan tentang suku Baduy.

Adapun 3 desa yang dikunjungi diantaranya, desa Belimbing, Barengo, dan Kajebo. Kegiatan di dalamnya yaitu melakukan wawancara dengan warga menggunakan bahasa Sunda asli Baduy.

Warga suku Baduy, baik dalam maupun luar menggunakan bahasa Sunda (cenderung) kasar. Mereka tidak mengerti bahasa Sunda halus, tapi bisa berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia dengan baik.

Seperti pada kalimat -entah plesetan atau memang prinsip Orang Baduy- berikut, “Kami mah embung sakola bisi pinter, lamun geus pinter minteran batur.” (Kami tak mau sekolah takut pintar kalau udah pintar takut minterin -red: nipu orang lain).

Baca Juga :   Hujan deras, Lima Kecamatan di Lebak Dilanda Banjir

“Kegiatan ini banyak sekali memberikan manfaat bagi kita sebagai mahasiswa. Misalnya, kita bisa melihat langsung kegiatan mereka seperti menenun, yang biasa dilakukan di depan rumah atau disebut dengan sosoro.” kata Koordinator Panitia Dede. Senin (24/12/2018).

Dede menyebutkan, warga Baduy sangat ramah terhadap pengunjung, bahkan menurutnya, masyarakat Baduy juga peduli dalam menjaga lingkungan (Gungguman).

Bukan hanya itu, bahasanya yang unik, sumber alamnya yang melimpah, dan tenaga masyarakat Baduy sangat kuat. Hal tersebut menjadi daya tarik tersendiri.

“Ini dibuktikan dengan membawa barang-barang berat, tapi tidak satupun di antara mereka yang mengeluh dan tak pantang menyerah. Saya juga bisa belajar melatih bagaimana rasanya berkerja mencari uang itu ternyata tidak semudah yang kita fikirkan,” Ujarnya.

Baca Juga :   Upacara Seba dan Ritual Kawalu, dalam Budaya Masyarakat Baduy

 

Wartawan  : Rekha Rahmawati / Editor : Upit

TINGGALKAN KOMENTAR

nineteen − 15 =