Ambil Sikap, BEM se-Banten Dukung Penyelamatan Bank Banten

Ambil Sikap, BEM se-Banten Dukung Penyelamatan Bank Banten

0
BAGIKAN
Foto: Konferensi pers BEM Banten mengenai Bank Banten / FN

Serang – Persatuan BEM se-Banten yang terdiri dari Persatuan BEM Banten (PBB) dan BEM Kota/Kabupaten Serang (BEM Serang) mengadakan konferensi pers mengenai sikap yang diambil terkait permasalahan Bank Banten di Resto Iwak Banten, Senin (18/05/2020).

Sikap ini diambil sebagai bukti pedulinya mahasiswa terkait langkah penyelamatan Bank Banten.

Ade Putra selaku Sekretaris Jenderal Persatuan BEM Banten mengatakan dalam konferensi persnya mendesak KPK mengusut tuntas kasus korupsi yang ada ketika pendirian Bank Banten.

Selain itu, Ade juga mengajak seluruh masyarakat Banten agar tidak mudah terprovokasi atau terpengaruh mengenai isu-isu yang bisa membuat situasi semakin memburuk.

Berikut rilis resminya yang diterima banteninfo.com.

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Salam Pergerakan. Salam Kebantenan.

Alhamdulillah hari ini kami perwakilan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se Banten dan BEM se Kota/Kabupaten Serang akan menyampaikan sikap kepedulian kami terhadap Banten  khsususnya menyangkut persoalan Bank Banten.

Banten dihebohkan dengan adanya berita permasalahan Bank Banten menganai pemindahan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) dari Bank Banten ke Bank Jabar Banten oleh Gubernur Banten Wahidin Halim. Pemindahan uang kas ini pun berpolemik di masyarakat mulai dari yang mendukung hingga yang kontra dengan kebijakan Wahidin Halim ini.

Dilihat dari sejarahnya bank daerah mulai dibahas pada era Atut-Rano. Beberapa nama bank yang sudah kolaps mulai dilirik dan dihitung untuk di akusisi, dari empat bank yang dilirik salah satunya Bank Pundi. Dalam sejarahnya sebelum menjadi nama Bank Banten, Pada tanggal 29 Juli 2016, pergantian nama bank yang berkode emiten BEKS ini telah mendapat surat keputusan dari otoritas jasa keuangan No. 12/KDK.03/2016 tentang penetapan penggunaan izin usaha atas nama PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk. Sehingga Bank Pundi resmi berganti nama menjadi Bank Banten mulai awal Agustus 2016.

Bank Banten yang digadang-gadang akan menjadi bank yang menjadi kebanggaan Prov. Banten semula direncanakan akan beroperasi pada akhir tahun 2016, kemudian setelah akhir tahun 2015 pembentukan Bank Banten ini di nodai oleh operasi tangkap tangan oleh KPK yang menyeret para petinggi BGD dan anggota DPRD. Peristiwa tersebut tentu saja membuat kaget semua pihak, terutama Pemprov Banten. Para pejabat dan pihak swasta yang ditangkap merupakan pihak yang memiliki peran penting dalam pendirian Bank Banten, salah satunya yaitu RT Direktur Utama Banten Global Developmen (BGD) ,Wakil Ketua DPRD Banten, Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD Banten bahkan 40 anggota DPRD Banten diduga menerima uang suap dari PT. BGD  yang saat ini kasus Bank Banten di KPK masih terus berlanjut.

Jika menilik dari perjalanan pendirian Bank Banten yang tertuang dalam RPJMD sepertinya merupakan program ambisius, dimana gagasannya tak lain hanya untuk mengoptimalkan potensi ekonomi daerah dan untuk mempercepat pembangunan Banten. Seyogyanya program tersebut diharapkan mampu memberikan dampak yang signifikan bagi kemajuan ekonomi di Banten dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penyaluran kredit ke UMKM. Namun apa daya, mimpi rakyat Banten untuk memiliki bank sendiri di luar Bank BJB pada akhirnya harus  ternodai dengan tindakan korupsi yang dilakukan oleh pelaku pendirian Bank Banten Itu Sendiri.

Kemudian melihat dari pada proses pembentukan Bank Banten yang dari awal sudah bermasalah dalam proses pendirianya serta polemik kebijakan Gubernur terhadap Bank Banten maka dari penjelasan di atas, BEM se Banten dan BEM se Kota/Kabupaten Serang mengambil sikap sebagai pemuda Banten dan sebagai agent of social control  yang peduli terhadap Banten tercinta kami tanahnya para jawara agar Bank Banten ini bisa terus memberikan kontribusi, agar pemerintah bisa mengambil keputusan yang tepat dan jelas baik dan buruknya untuk pembangunan bagi masyarakat Banten. Dengan ini kami perwakilan BEM se Banten dan BEM se Kota/Kabupaten Serang menyatakan :

  1. Kami BEM se-Banten mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia untuk mengusut tuntas kasus hukum proses pembentukan Bank Banten.
  2. Kami BEM se-Banten mengawal Pemprov. Banten untuk melakukan penyelamatan Bank Banten yang berlandaskan hasil riset dan kajian ekonomi.
  3. Kami BEM se-Banten mengajak kepada seluruh mahasiswa yang ada di Banten agar tidak terpengaruh dan terprovokasi oleh isu pemberitaan yang bukan datang dari pakar ahli perbankan.
  4. Kami BEM se-Banten mendukung upaya semangat anti korupsi di Provinsi Banten.

Demikian beberapa pernyataan sikap kami terkait persoalan Bank Banten ini dan akan kami perjuangkan agar bisa menjadi solusi bagi permasalahan yang ada saat ini.

Salam Pergerakan. Salam Kebantenan.

(FN)

Baca Juga :   Nelayan ini, Jadi Saksi Dahsyatnya Tsunami Selat Sunda

TINGGALKAN KOMENTAR

one × three =